PROSES BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP ANAK KORBAN PERCERAIAN

Authors

  • Tasya Azizah Anwar Mahasiswa BKPI FITK UIN SU Medan
  • Sri Andini Mahasiswa BKPI FITK UIN SU Medan
  • Siti Ramadhani Siregar Mahasiswa BKPI FITK UIN SU Medan
  • Sari Devi Br Saragih Mahasiswa BKPI FITK UIN SU Medan

Keywords:

Kata Kunci: Perceraian, Konseling, Anak

Abstract

Perceraian ialah berakhirnya suatu pernikahan. Saat kedua pasangan tak ingin melanjutkan kehidupan pernikahannya, mereka bisa meminta pemerintah untuk dipisahkan. Selama perceraian, pasangan tersebut harus memutuskan bagaimana membagi harta benda masing-masing yang diperoleh selama pernikahan (seperti rumah, mobil, perabotan atau kontrak), dan bagaimana mereka menerima biaya dan kewajiban merawat anak-anak mereka.

Faktor yang paling berat dalam kasus perceraian adalah bagaimana memberikan pengaruh dan bagaimana memulihkan kembali hubungan yang baik dan stabil, menciptakan keakraban bagi kedua orang tua. Pengaruh orang tua dapat menciptakan kekuatan pada diri anak. Penggaruh ini akan tetap bertahan sampai 5 tahun berikutnya. Kebiasaan mengunjungi masih penting bagi sebagian besar anak. Meskipun demikian, kasus perceraian itu tetap membawa dampak dalam perkembangan sosial dan emosi anak.

Downloads

Published

2021-10-02

Issue

Section

Table of Content | Articles