Keterbukaan Diri Siswa Agama Minoritas di SMAN 1 Kejuruan Muda

Authors

  • Muhammad Taufiq Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
  • Ika Sandra Dewi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan
  • Nurjannah Nurjannah Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan
  • Apriani Harahap Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan

DOI:

https://doi.org/10.56832/pema.v5i2.1394

Keywords:

Keterbukaan Diri, Agama Minoritas, Siswa, Sekolah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keterbukaan diri siswa beragama minoritas di SMAN 1 Kejuruan Muda dan faktor-faktor yang menyebabkan ketidakmampuan mereka dalam melakukan keterbukaan diri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan enam siswa kelas XI beragama minoritas (Kristen dan Buddha). Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara, dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dua dari enam siswa yang mampu melakukan keterbukaan diri. Sisanya mengalami hambatan seperti kurang percaya diri, tidak terbiasa mengungkapkan perasaan, dan pengalaman traumatis seperti broken home dan perundungan. Temuan ini menunjukkan bahwa keterbukaan diri bukan ditentukan oleh status agama minoritas, melainkan faktor psikologis dan pengalaman individu.

Downloads

Published

2025-07-05

How to Cite

Taufiq, M., Dewi, I. S., Nurjannah, N., & Harahap, A. (2025). Keterbukaan Diri Siswa Agama Minoritas di SMAN 1 Kejuruan Muda. PEMA, 5(2), 649–654. https://doi.org/10.56832/pema.v5i2.1394

Issue

Section

Table of Content | Articles