Ekowisata Bukit Lawang: Harmoni Alam, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat

Authors

  • Risky Paturohman Universitas Islam Negeri Sumatera Utara medan
  • Atika Putri Zafia Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Wiwin Difia Cahyani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • kiki Aulia Sitorus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Nur anisa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Nurhasanah Dalimunthe Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Nur Fadillah Syam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

DOI:

https://doi.org/10.56832/pema.v5i3.1723

Keywords:

Ekowisata, Bukit Lawang, SWOT, konservasi, pemberdayaan masyarakat.

Abstract

Ekowisata Bukit Lawang di Taman Nasional Gunung Leuser memiliki potensi besar melalui daya tarik alam, budaya lokal, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi serta analisis SWOT. Hasil menunjukkan kekuatan pada keindahan alam, budaya, dan penerapan Community-Based Tourism (CBT), dengan kelemahan pada pengelolaan sampah, keterbatasan kapasitas masyarakat, dan komersialisasi budaya. Peluang pengembangan terletak pada tren wisata berkelanjutan, festival budaya, dukungan pemerintah/LSM, dan digitalisasi promosi, sedangkan ancamannya meliputi kerusakan lingkungan, homogenisasi budaya, dan fluktuasi wisatawan. Penelitian menyimpulkan bahwa pengembangan ekowisata Bukit Lawang perlu menitikberatkan pada konservasi, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat agar dapat bersaing secara nasional dan internasional.

Downloads

Published

2025-10-17

How to Cite

Paturohman, R., Zafia, A. P. ., Cahyani, W. D., Sitorus, kiki A., anisa, N. ., Dalimunthe, N. ., & Syam, N. F. . (2025). Ekowisata Bukit Lawang: Harmoni Alam, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat. PEMA, 5(3), 286–291. https://doi.org/10.56832/pema.v5i3.1723

Issue

Section

Table of Content | Articles