Pemanfaatan Jahe (Zingiber Officinale) Sebagai Teh Herbal Untuk Penambah Daya Tahan Tubuh di Desa Titi Putih Kecamatan Lima Puluh Pesisir

Authors

  • Rafita Yuniarti Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan
  • Nur’Aini Jumah Muslim Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan
  • Sindy Putri Utami Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan
  • Novia Sari Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan
  • Suci Maharani Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan
  • Rizki Pebri Aula Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan

DOI:

https://doi.org/10.56832/pema.v5i3.2265

Keywords:

Jahe (Zingiber officinale), Teh Herbal, Daya Tahan Tubuh, Imunomodulator, Farmasi Komunitas

Abstract

Di era modern, masyarakat pedesaan sering menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan konvensional, sehingga tanaman herbal lokal seperti jahe (Zingiber officinale) menjadi alternatif relevan untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Di Desa Titi Putih, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia, survei awal menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap potensi tanaman obat tradisional rendah, hanya 30% responden yang tahu manfaat farmakologis jahe. Jahe kaya senyawa bioaktif seperti gingerol, shogaol, dan zingerone, yang terbukti memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan imunomodulator melalui studi farmasi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Titi Putih dalam memanfaatkan jahe sebagai teh herbal fungsional untuk penambah daya tahan tubuh. Fokusnya pada sosialisasi farmakologi jahe, pelatihan formulasi teh, dan evaluasi dampak pemberdayaan komunitas, guna integrasikan pengetahuan farmasi tradisional ke gaya hidup sehari-hari. Penelitian bersifat deskriptif-aplikatif dengan pendekatan partisipatif melalui KKN selama 40 hari, melibatkan 25 mahasiswa farmasi dan 150 warga desa. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan: skor pra-kegiatan 2,1 naik ke 3,4 pasca-kegiatan (62%, p<0,001), terutama pemahaman gingerol sebagai antioksidan dan jahe sebagai imunobooster. 85% partisipan kuasai teknik pembuatan teh, kepuasan rasa (aroma hangat, pedas ringan) 92%. Observasi positif terhadap kemudahan produksi rumah (<15 menit) dan komersialisasi, 70% warga minat kembangkan teh jahe kemasan. Tidak ada efek samping signifikan, tapi saran pantau gangguan pencernaan. Teh jahe efektif sebagai minuman fungsional dukung daya tahan tubuh via senyawa bioaktif, tingkatkan literasi farmasi di Desa Titi Putih. KKN sukses transfer pengetahuan dan buka peluang ekonomi berbasis kearifan lokal, seperti usaha rumahan teh herbal. Rekomendasi: uji klinis lanjutan validasi efikasi imunomodulator pada populasi rentan. Pendekatan ini replikasi di pedesaan lain untuk kesehatan berbasis farmasi alami.

Downloads

Published

2025-12-23

How to Cite

Yuniarti, R., Muslim, N. J., Utami, S. P., Sari, N., Maharani, S., & Aula, R. P. (2025). Pemanfaatan Jahe (Zingiber Officinale) Sebagai Teh Herbal Untuk Penambah Daya Tahan Tubuh di Desa Titi Putih Kecamatan Lima Puluh Pesisir. PEMA, 5(3), 646–651. https://doi.org/10.56832/pema.v5i3.2265

Issue

Section

Table of Content | Articles