Paradigma Pendidikan Multikultural Ala Rasulullah: Membangun Harmoni Antar Budaya Melalui Dialog Berdasarkan QS. Al-Hujurat: 11
DOI:
https://doi.org/10.56832/pema.v5i3.2275Keywords:
Pendidikan Multikultural, Dialog Antarbudaya, Rasulullah SAW, QS. Hujurat: 11Abstract
Pendidikan multikultural menjadi kebutuhan penting dalam masyarakat global yang majemuk. Namun, pendidikan modern masih sering bersifat homogen dan kurang menekankan dialog sebagai sarana membangun harmoni antarbudaya. Penelitian ini bertujuan mengkaji paradigma pendidikan multikultural ala Rasulullah SAW yang berbasis dialog harmonis dengan landasan QS. Al-Hujurat: 11. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menganalisis sumber primer berupa Al-Qur’an dan hadis sahih, serta sumber sekunder dari literatur ilmiah terkait. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip dialog dalam praktik pendidikan Rasulullah dan relevansinya dengan pendidikan multikultural kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan ala Rasulullah menekankan nilai empati, saling menghormati, dan penghindaran ejekan sebagai dasar harmoni sosial. Paradigma ini melengkapi pendekatan pendidikan modern dengan dimensi spiritual yang relevan bagi masyarakat Indonesia yang plural.









