Penerapan Metode Sorogan Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Matnul Ghayah Wat Taqrib Santri Putra Di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin
DOI:
https://doi.org/10.56832/pema.v5i3.2313Keywords:
Metode Sorogan, Pembelajaran Kitab Kuning, Kedisiplinan SantriAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode sorogan dalam meningkatkan kemampuan membaca kitab Matnul Ghayah wat Taqrib pada santri putra di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Desa Sidoharjo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk menganalisis penerapan metode sorogan dalam meningkatkan kemampuan membaca kitab Matnul Ghayah wat Taqrib pada santri putra di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Lampung Selatan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian menekankan interaksi santri–ustaz, mekanisme penyetoran bacaan, serta respons santri terhadap sorogan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik, sehingga temuan memberikan gambaran komprehensif mengenai efektivitas sorogan dalam pembelajaran kitab fikih klasik. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode sorogan dalam pembelajaran kitab Matnul Ghayah wat Taqrib di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin secara signifikan meningkatkan kualitas pembelajaran santri putra. Sorogan efektif dalam meningkatkan ketepatan membaca teks Arab gundul melalui interaksi individual dan korektif antara santri dan ustaz. Metode ini juga mendorong pemahaman makna lafaz dan kandungan fikih secara mendalam, serta memperkuat kedisiplinan dan tanggung jawab belajar santri melalui kewajiban penyetoran bacaan rutin. Dengan demikian, sorogan tidak hanya mempertahankan tradisi pesantren, tetapi juga relevan secara pedagogis modern, menjadi strategi holistik yang mengintegrasikan kemampuan linguistik, pemahaman fikih, dan pembentukan karakter belajar santri.
Kata Kunci ; Metode Sorogan, Pembelajaran Kitab Kuning, Kedisiplinan Santri









