Pertumbuhan dan Perkembangan Agama Pada Masa Kanak–Kanak
DOI:
https://doi.org/10.56832/pema.v5i3.2383Keywords:
Perkembangan Dan Pertumbuhan, Agama, Anak-AnakAbstract
Pertumbuhan dan perkembangan keagamaan anak merupakan fondasi penting yang seharusnya berasal dari lingkungan keluarga. Namun, dinamika sosial modern menunjukkan pergeseran peran ke lembaga lain. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam pertumbuhan keagamaan pada anak bernama Muhammad Imam Baihaky (6 tahun, kelas 1 SD) yang bertempat tinggal di Komplek Veteran Purnawirawan ABRI Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan subjek, serta dokumentasi kegiatan wawancaraa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan keagamaan Muhammad Imam Baihaky secara signifikan lebih banyak dipengaruhi oleh kegiatan mengaji dan pembelajaran rutin di MDTA. Temuan ini mengindikasikan bahwa peran orang tua, dalam hal ini, kurang dominan dalam menanamkan nilai-nilai agama secara langsung dan intensif di lingkungan rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lembaga pendidikan agama informal seperti MDTA telah menjadi ruang utama bagi anak untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan, secara tidak langsung menggantikan peran tradisional keluarga. Hal ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara orang tua dan lembaga pendidikan, serta menjadi refleksi bagi orang tua di lingkungan serupa untuk lebih meningkatkan keterlibatan aktif dalam pendidikan agama anak.









