Analisis Kemampuan Anak dalam Mengenal Huruf Hijaiyah di Desa Tanah Seribu Kecamatan Binjai Selatan
Keywords:
Huruf Hijaiyah; Anak Usia Dini; Keterlibatan Orang Tua; Pembelajaran Al-Qur'an; Masyarakat PetaniAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan anak usia 5-7 tahun dalam mengenal huruf hijaiyah dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan tersebut di Desa Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan. Penelitian menggunakan metodologi campuran dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif deskriptif yang melibatkan 20 anak (9 laki-laki dan 11 perempuan) yang mengikuti pembelajaran huruf hijaiyah di lembaga pendidikan Islam setempat. Metode pengumpulan data meliputi tes kemampuan mengenal huruf, observasi ketersediaan media pembelajaran, dan wawancara dengan guru. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan anak yang memprihatinkan, dimana hanya 35% anak berada pada kategori baik hingga sangat baik, sementara 65% berada pada kategori cukup hingga kurang. Anak mengalami kesulitan signifikan dalam membedakan huruf mirip (60-85% keliru) dan pelafalan makhraj (75% kategori cukup-kurang). Faktor utama penghambat meliputi: (1) minimnya keterlibatan orang tua dalam pendampingan belajar di rumah (82% tidak aktif) karena kesibukan bekerja sebagai petani; (2) metode pembelajaran konvensional yang monoton (65% lembaga); (3) keterbatasan media pembelajaran (hanya 15% lembaga memiliki media memadai); (4) rendahnya kompetensi guru (70% tanpa latar belakang pendidikan formal); dan (5) kondisi sosial ekonomi keluarga yang terbatas. Penelitian ini memperkuat teori ekologi perkembangan Bronfenbrenner dan teori scaffolding Vygotsky, serta membuktikan bahwa keterlibatan orang tua merupakan faktor determinan yang lebih kuat dibanding metode atau media pembelajaran di sekolah. Rekomendasi strategis meliputi program edukasi dan pemberdayaan orang tua, pengembangan kolaborasi lembaga-keluarga, penyediaan media pembelajaran terjangkau, peningkatan kompetensi guru, dan advokasi perubahan mindset masyarakat tentang tanggung jawab pendidikan anak.









