Parasitisme Sosial dan Identitas Kultural Studi Relasi Etnik Melayu dan Batak di Kota Medan

Authors

  • Nuriza Dora Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Aulia Rahmah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Ramandha Zidane Universitas Labuhanbatu
  • Noval Noval Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

DOI:

https://doi.org/10.56832/edu.v5i2.1401

Keywords:

Parasitisme Sosial, Identitas Kultural, Etnik Melayu, Etnik Batak, Relasi Etnik

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang memahami dinamika hubungan sosial antara etnik Melayu sebagai kelompok tuan rumah dan etnik Batak sebagai kelompok pendatang dominan di Kota Medan, Sumatera Utara.Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji bagaimana bentuk-bentuk parasitisme sosial terjadi dan bagaimana identitas kultural dipertahankan, dinegosiasikan, atau bahkan terpinggirkan dalam relasi antaretnik tersebut.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari tokoh masyarakat Melayu, tokoh adat Batak, akademisi, serta pelaku ekonomi lokal dari kedua etnik. Analisis data dilakukan secara tematik melalui reduksi, kategorisasi, dan interpretasi makna sosial yang muncul dalam interaksi antaretnik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pola dominasi sosial-ekonomi oleh etnik Batak yang memunculkan persepsi parasitisme sosial dari sudut pandang sebagian masyarakat Melayu. Parasitisme ini tidak selalu bersifat material, tetapi juga simbolik, seperti dalam perebutan ruang budaya, posisi pemerintahan lokal, dan narasi sejarah kota. Di sisi lain, etnik Batak memandang keberadaan mereka sebagai bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan kota dan bukan sebagai bentuk eksploitasi. Ketegangan identitas pun muncul ketika budaya Melayu semakin tergerus dan kehilangan ruang ekspresi di wilayah yang secara historis mereka huni. Meski demikian, terdapat pula ruang dialog dan koeksistensi damai yang dibangun melalui relasi sosial di lingkungan permukiman, pasar, dan institusi pendidikan.

References

Abdullah, T. (1985). Budaya dalam Pembangunan. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.

Alfitri, A. (2014). “Pluralism and Ethnic Relations in Indonesia.” Indonesian Journal of Sociology, 10(1), 23–44.

Barth, F. (1998). Ethnic Groups and Boundaries: The Social Organization of Culture

Bourdieu, P. (1986). “The Forms of Capital.” In Richardson, J. (Ed.), Handbook of Theory and Research for the Sociology of Education. Greenwood.

Difference. Waveland Press.

Efferin, S., & Hopper, T. (2007). “Management control, culture and ethnicity in a Chinese Indonesian company.” Accounting, Organizations and Society, 32(3), 223–262.

Eriksen, T.H. (2010). Ethnicity and Nationalism: Anthropological Perspectives (3rd ed.). Pluto Press.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. Basic Books.

Gellner, E. (1983). Nations and Nationalism. Cornell University Press.

Haryono, T. (2016). Relasi Antar Etnik di Indonesia: Pendekatan Sosiologi dan Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Nasikun. (2004). Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Piliang, Y.A. (2004). Dunia yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan. Yogyakarta: Jalasutra.

Rahman, A. (2019). Identitas dan Politik Etnik di Perkotaan. Medan: Unimed Press.

Siahaan, M.T. (2011). “Melayu dan Batak di Medan: Politik Identitas dan Ketegangan Budaya.” Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 15(2), 117–130.

Sibarani, R. (2004). Nilai Budaya Batak Toba: Suatu Kajian Terhadap Tuturan Adat. Jakarta: Balai Pustaka.

Simanjuntak, M. (2012). Batak di Kota: Dinamika Sosial Budaya dan Integrasi di Medan. Medan: Pustaka Nusantara.

Suparlan, P. (2002). Kesukuan, Integrasi, dan Konflik: Masyarakat Majemuk Indonesia. Jakarta: LIPI Press.

Sutrisno, M. & Hendar Putranto. (2005). Filsafat Kebudayaan: Dialog dengan Realitas Budaya. Yogyakarta: Kanisius.

Tirtosudarmo, R. (1997). “Mencari Indonesia: Politik Identitas dan Pergulatan Multikulturalisme.” Jurnal Prisma, No. 4, 56–70.

Winarnita, M. (2015). “Ethnic Marginalisation and Cultural Identity in Indonesian Cities.” Asian Ethnicity, 16(3), 321–339.

Published

2025-07-05

Issue

Section

Table of Content | Articles