Pengelolaan Sampah Botol Plastik Menjadi Ikon Desa Guna Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Lingkungan (Studi Pada Desa Paya Rengas, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat)
DOI:
https://doi.org/10.56832/edu.v5i2.1679Keywords:
Sampah Plastik, Daur Ulang, Ikon Desa, Paya RengasAbstract
Permasalahan sampah plastik di Indonesia semakin mengkhawatirkan karena sulit terurai dan sering menimbulkan pencemaran lingkungan. Berdasarkan data SIPSN tahun 2023, timbulan sampah nasional mencapai 56,63 juta ton dengan 20% di antaranya berupa plastik, namun tingkat daur ulang masih rendah. Melihat kondisi ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara melaksanakan program pemanfaatan sampah plastik di Desa Paya Rengas, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat. Kegiatan difokuskan pada pengumpulan, pembersihan, dan pemanfaatan botol plastik bekas untuk dijadikan ikon desa berupa tulisan “Paya Rengas” yang dipasang di Dusun 7. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat desa, mulai dari tahap pengumpulan bahan hingga finishing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa botol plastik dapat diubah menjadi karya seni yang memiliki nilai estetis sekaligus menjadi simbol identitas desa. Partisipasi aktif warga, dukungan pemerintah desa, dan kolaborasi mahasiswa KKN berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa lain untuk mengembangkan inovasi pengelolaan sampah berbasis kreativitas dan kearifan lokal.
References
Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. (2025, 22 Juni). KLH-BPLH tegaskan arah baru menuju Indonesia bebas sampah 2029 dalam Rakornas Pengelolaan Sampah 2025 (Siaran Pers No. SR.123/HUMAS/KLH-BPLH/6/2025)
Purwanto, H., Wahyuni, S., & Mahyuda, I. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan daur ulang barang bekas di RW 007 Desa Tanah Merah. Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI, 5(2), 184–190.
Putri, R. F., & Silalahi, A. D. (2018). Pemanfaatan limbah botol plastik bekas menjadi barang yang bernilai estetika dan ekonomi. Dalam Prosiding Seminar Nasional Hasil Pengabdian 2018 (hlm. 233–236).
Ratnawati, S. (2020). Processing of plastic waste into alternative fuels in the form of grounded (Pertalastic) through pyrolysis process in science laboratory of MTsN 3 West Aceh. Indonesian Journal of Chemical Science and Technology, 3(1), 8–16.
Sulistyowati, E., Mujiono, M., & Hikmah, K. (2022). Daur ulang sampah botol plastik melalui kreativitas kerajinan tangan menjadi barang bernilai ekonomi di Desa Lemahbang Pasuruan. Dalam Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat 2022: Berkarya dan mengabdi untuk meningkatkan kemandirian masyarakat pasca pandemi. Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Ampel (UNUSA).
Supriyatin, T., Arfa, A. N., & Hartono, V. I. (2024). Pemanfaatan limbah tutup botol plastik menjadi kerajinan tangan yang bernilai estetika dan ekonomi. Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), 5(2), 282–289.
Syaria, S., Mahsunah, E., Sofiyah, M., Mufidah, N., Muzaidin, M. H., Azhar, M., & Madjid, M. F. (2023). Pelestarian lingkungan dengan pembuatan tempat sampah dari bahan daur ulang di Desa Sadang. Nusantara Community, 1(1), 2–7.
Utari, E., Elisabeth, F., & Hidayah, A. (2023). Pengetahuan mahasiswa Untirta terhadap ecobrick sebagai salah satu cara pemanfaatan sampah plastik. Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains (ECOTAS), 4(1), 3–9.



