Upaya Meningkatkan Karakter Sopan Santun Siswa Melalui Layanan Klasikal Dengan Teknik Simulasi Atau Role Playing Menggunakan Permainan Ludo Sopan Santun Pada Siswa Kelas X AV 1 di SMK Negeri 4 Medan

Authors

  • Sri Andini Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Deliati Deliati Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Magdalena Magdalena Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.56832/edu.v5i2.984

Keywords:

Sopan Santun, Layanan Klasikal, Role Playing, Permainan Edukatif, Pendidikan Karakter

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan karakter sopan santun siswa melalui penerapan layanan bimbingan klasikal dengan teknik simulasi (role playing) yang dikombinasikan dengan media permainan edukatif bernama Ludo Sopan Santun. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X AV 1 di SMK Negeri 4 Medan dengan jumlah peserta sebanyak 19 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi kegiatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan karakter sopan santun siswa secara signifikan. Pada tahap pra tindakan, skor rata-rata sopan santun siswa adalah 58%, yang termasuk dalam kategori cukup. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, skor meningkat menjadi 68%, dan pada siklus II mengalami peningkatan lebih lanjut menjadi 84%, dengan sebagian besar siswa menunjukkan perilaku sopan seperti memberi salam, mendengarkan dengan baik, dan menghargai pendapat teman. Permainan Ludo Sopan Santun terbukti efektif menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, meningkatkan partisipasi siswa, dan memfasilitasi internalisasi nilai-nilai kesopanan melalui pengalaman langsung.
Dengan demikian, layanan klasikal berbasis simulasi dapat dijadikan sebagai strategi inovatif dalam pendidikan karakter, khususnya dalam membentuk sikap sopan santun siswa secara menyeluruh. Teknik ini juga memberikan alternatif pembelajaran yang aktif, reflektif, dan kontekstual di lingkungan sekolah.

References

Al Khair, M. R. (2023). Efektivitas teknik role playing dalam mengurangi academic burnout pada siswa SMA. Jurnal Bimbingan dan Konseling Nusantara, 7(1), 45–53.

Arifin, Z. (2015). Pendidikan karakter dalam perspektif pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Berkowitz, M. W. (2002). The science of character education. In W. Damon (Ed.), Bringing in a new era in character education (pp. 43–63). Hoover Institution Press.

Corey, G. (2015). Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy. Belmont, CA: Brooks/Cole.

Dewi, N. R., Santoso, I., & Riyanto, Y. (2013). Pengaruh lingkungan terhadap karakter sopan santun anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 89–95.

Gibson, R. L., & Mitchell, M. H. (2011). Introduction to Counseling and Guidance (7th ed.). Boston: Pearson Education.

Hasan, S. (2016). Etika pergaulan remaja dalam pendidikan karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Musfiroh, T. (2018). Pendidikan karakter berbasis budaya sekolah. Yogyakarta: UGM Press.

Nadiles, N., Sulistyorini, S., & Hidayati, N. (2022). Penggunaan role playing berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan karakter sopan santun siswa SMP. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(3), 211–223.

Nadiles, N., Sulistyorini, S., & Hidayati, N. (2022). Penggunaan role playing berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan karakter sopan santun siswa SMP. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(3), 211–223.

Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

Poerwadarminta, W. J. S. (2005). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Prastika Sari, D. M., Wibowo, T. A., & Rahayu, S. (2023). Efektivitas layanan bimbingan klasikal dengan teknik role playing dalam meningkatkan sopan santun siswa SMK. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 11(2), 130–138.

Prastika Sari, D. M., Wibowo, T. A., & Rahayu, S. (2023). Efektivitas layanan bimbingan klasikal dengan teknik role playing dalam meningkatkan sopan santun siswa SMK. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 11(2), 130–138.

Prayitno. (2017). Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Padang: Universitas Negeri Padang Press.

Putra, A. Y., Sari, R. P., & Hasanah, U. (2020). Implementasi nilai karakter dalam pembelajaran berbasis budaya sekolah. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(1), 25–34.

Roshita. (2015). Penerapan pendekatan sosiodrama untuk meningkatkan sikap sopan santun siswa SMP. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(2), 95–102.

Roshita. (2015). Penerapan pendekatan sosiodrama untuk meningkatkan sikap sopan santun siswa SMP. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(2), 95–102.

Sitorus, R. (2021). Peningkatan sopan santun melalui layanan bimbingan kelompok pada siswa SMA. Jurnal Bimbingan dan Konseling Edukasi, 9(1), 27–35.

Sitorus, R. (2021). Peningkatan sopan santun melalui layanan bimbingan kelompok pada siswa SMA. Jurnal Bimbingan dan Konseling Edukasi, 9(1), 27–35.

Suryani, L. (2017). Penerapan teknik role playing dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan karakter siswa. Jurnal Ilmu Pendidikan Karakter, 5(2), 78–85.

Suryani, L. (2017). Penerapan teknik role playing dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan karakter siswa. Jurnal Ilmu Pendidikan Karakter, 5(2), 78–85.

Thompson, M., & Bundy, A. C. (1996). The effectiveness of social role-playing in improving social interaction among adolescents. Journal of Adolescent Research, 11(3), 356–373.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Young, M. E. (2013). Learning Through Drama: Role Playing in Education. New York: Routledge.

Downloads

Published

2025-05-19

Issue

Section

Table of Content | Articles