Peta Sejarah Perkembangan Syi’ah di Nusantara

Penulis

  • Dewanti Apriliana Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Bunga Permata Sari Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Edy Kusnadi Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

DOI:

https://doi.org/10.56832/pema.v5i3.2273

Kata Kunci:

Akulturasi Budaya, Tabuik, Indonesia 2025, Nusantara, Sejarah Islam, Syi’ah

Abstrak

Perkembangan ajaran Syiah di Nusantara merupakan bagian integral namun kompleks dalam sejarah islamisasi di Asia Tenggara. Artikel/Kajian ini memetakan dinamika sejarah Syiah yang dibagi ke dalam tiga fase krusial hingga kondisi kontemporer di tahun 2025. Fase pertama (Abad ke-10–16) menyoroti teori kedatangan Syiah melalui jalur perdagangan Persia dan Gujarat yang memberikan pengaruh awal pada Kerajaan Samudera Pasai dan pesisir Sumatera. Fase kedua merupakan periode inkulturasi, di mana unsur-unsur Syiah melebur ke dalam tradisi lokal dan sufisme melalui praktik taqiyah di bawah dominasi ortodoksi Sunni. Fase ketiga menandai kebangkitan intelektual dan institusional pasca-Revolusi Iran 1979 yang mentransformasi Syiah dari sekadar fenomena budaya menjadi komunitas berbasis organisasi formal seperti IJABI dan ABI. Data tahun 2025 menunjukkan bahwa meskipun Syiah tetap menjadi minoritas, pengaruhnya secara kultural masih menetap melalui tradisi seperti Tabuik di Pariaman dan Tabot di Bengkulu. Kajian ini menyimpulkan bahwa sejarah Syiah di Nusantara bukan hanya tentang pergeseran teologis, melainkan juga tentang negosiasi identitas dan akulturasi budaya yang memperkaya kemajemukan Islam di Indonesia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-24

Cara Mengutip

Apriliana, D., Sari, B. P., & Kusnadi, E. (2025). Peta Sejarah Perkembangan Syi’ah di Nusantara. PEMA, 5(3), 666–676. https://doi.org/10.56832/pema.v5i3.2273

Terbitan

Bagian

Table of Content | Articles