Konsep Ajaran Ahlu Sunnah Wal Jama’ah dalam Membangun Toleransi Keagamaan Pada Generasi Z di Era Digital

Penulis

  • Arif Rahman Hakim Universitas Islam Negeri Medan Sumatera Utara, Indonesia
  • Ade Irma Manurung Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Maryam Lubis Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Zulfahmi Lubis Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Muhammad Basri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.2132

Kata Kunci:

Ahlussunnah Wal Jamaah, Toleransi Keagamaan, Generasi Z, Era Digital

Abstrak

Era digital informasi memberikan dampak besar terhadap pola keberagamaan Generasi Z yang hidup dalam lingkungan digital. Akses terhadap informasi keagamaan menjadi semakin cepat dan tidak terbatas, terutama melalui media sosial, platform video, dan forum diskusi berani. Kondisi ini memberikan peluang bagi Generasi Z untuk memperdalam pemahaman keislaman, mengakses kajian para ulama, serta terhubung dengan komunitas keagamaan global. Namun di sisi lain, derasnya arus digital juga membawa risiko buruk berupa penyebaran paham kebencian, radikalisme, fanatisme sempit, dan fenomena informasi intoleransi berbasis agama. Informasi keagamaan yang tidak terverifikasi, provokatif, dan bersifat hitam-putih seringkali mempengaruhi cara berpikir Generasi Z yang cenderung kritis tetapi emosional dan cepat bereaksi. Dalam konteks tersebut, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) memiliki relevansi penting sebagai pedoman keberagamaan. Nilai tawassuth (moderasi), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan i’tidal (keadilan) menjadi landasan untuk memahami agama secara rahmatan lil ‘alamin. Internalisasi nilai-nilai Aswaja mampu mengarahkan Generasi Z untuk inklusif, menghargai perbedaan, dan menghindari pemahaman keagamaan yang ekstrem. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana nilai-nilai Aswaja dapat membentuk toleransi keagamaan dalam kehidupan Generasi Z di tengah derasnya arus informasi digital. Metode penelitian menggunakan kajian literatur dari buku, artikel ilmiah, dan jurnal akademik yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Aswaja melalui pendidikan formal, nonformal, dan pemanfaatan media digital berkontribusi signifikan dalam memperkuat sikap toleransi keagamaan serta mencegah pengaruh radikalisme dan ekstremisme pada Generasi Z.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-14

Terbitan

Bagian

Table of Content | Artikel