Pengaruh Penerapan Kebijakan Lima Hari Sekolah terhadap Efektivitas Pembelajaran Siswa di SMA Negeri 2 Plus Panyabungan
DOI:
https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.2227Keywords:
Kebijakan Lima Hari Sekolah, Efektivitas PembelajaranAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan kebijakan lima hari sekolah terhadap efektivitas pembelajaran siswa di SMA Negeri 2 Plus Panyabungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 2 Plus Panyabungan yang berjumlah 168 orang, dengan sampel penelitian sebanyak 60 siswa yang dipilih secara acak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup menggunakan skala Likert dengan lima alternatif jawaban. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, analisis regresi linear sederhana, dan uji t dengan bantuan program SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kebijakan lima hari sekolah berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 79,02, sedangkan efektivitas pembelajaran siswa berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 83,03. Hasil uji regresi menunjukkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,997 yang berarti bahwa penerapan kebijakan lima hari sekolah berpengaruh sebesar 99,7% terhadap efektivitas pembelajaran siswa. Selanjutnya, hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan kebijakan lima hari sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pembelajaran siswa di SMA Negeri 2 Plus Panyabungan. Dengan demikian, kebijakan lima hari sekolah dapat menjadi salah satu alternatif kebijakan pendidikan yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah menengah.










