Qadariyah Dan Kebebasan Individu Di Era Digital: Telaah Teologis Atas Self-Expression

Authors

  • Indah Pratiwi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Izzatussyakira Izzatussyakira Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Nazli Azwany Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Zulfahmi Lubis Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Muhammad Basri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.2334

Keywords:

Qadariyah, Kebebasan Individu, Self-Expression, Etika Digital, Teologi Islam.

Abstract

Kebebasan individu merupakan konsep fundamental dalam kehidupan manusia, terutama dalam kaitannya dengan kehendak, tindakan, dan tanggung jawab moral. Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan antara pemikiran teologi Qadariyah dan fenomena self-expression di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui analisis kritis terhadap literatur teologis klasik dan kajian kontemporer mengenai kebebasan berekspresi di ruang digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa teologi Qadariyah menempatkan manusia sebagai subjek aktif yang memiliki kehendak bebas dalam menentukan tindakannya serta bertanggung jawab penuh atas konsekuensi moral dari perbuatannya. Dalam konteks era digital, kebebasan tersebut terepresentasi melalui praktik self-expression di media sosial yang memungkinkan pembentukan identitas, partisipasi sosial, dan aktualisasi diri. Namun, kebebasan berekspresi juga menghadirkan tantangan etis berupa relativisme moral, tekanan sosial, dan potensi penyalahgunaan ruang digital. Oleh karena itu, pemikiran Qadariyah relevan sebagai kerangka etis dalam menegaskan bahwa kebebasan berekspresi harus disertai dengan kesadaran tanggung jawab moral demi terciptanya ruang digital yang beretika dan berkeadaban.

Downloads

Published

2025-12-29

Issue

Section

Table of Content | Artikel