Konversi Agama: Tahapan, Faktor Pendorong, dan Implikasinya terhadap Perilaku Keagamaan
DOI:
https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.2356Keywords:
Konversi Agama, Perubahan Keyakinan, Psikolog AgamaAbstract
Konversi agama merupakan proses perubahan keyakinan yang terjadi ketika seseorang berpindah dari satu sistem kepercayaan ke sistem kepercayaan lain atau mengalami pendalaman terhadap agama yang dianutnya. Kajian teori menunjukkan bahwa konversi agama memiliki dimensi psikologis, sosial, spiritual, dan kultural yang saling berpengaruh. Secara psikologis, konversi dipicu oleh ketegangan batin, konflik emosi, pengalaman spiritual, serta dorongan kemauan individu. Secara sosial, konversi dapat muncul karena pengaruh keluarga, lingkungan, perubahan status sosial, tekanan ekonomi, maupun interaksi dengan tokoh agama. Proses konversi berlangsung melalui tahapan kegelisahan, pencarian makna, pengalaman pencerahan, hingga terbentuknya ketenangan dan perubahan perilaku keagamaan. Konversi agama juga memberikan dampak penting terhadap kehidupan individu, mulai dari penguatan akidah dan ibadah, perubahan cara berinteraksi dalam masyarakat, hingga dinamika hubungan dalam keluarga. Dengan demikian, konversi agama bukan hanya peristiwa perpindahan keyakinan, melainkan transformasi menyeluruh yang melibatkan aspek mental, sosial, dan spiritual seseorang.










