Makna Pengalaman Guru dalam Evaluasi Afektif: Studi Fenomenologis di Madrasah Aliyah Iqra
DOI:
https://doi.org/10.56832/edu.v5i2.1028Kata Kunci:
Evaluasi afektif; Pendidikan karakter; Fenomenologi; Guru; Madrasah AliyahAbstrak
Penilaian afektif merupakan bagian penting dalam pengembangan karakter peserta didik, namun implementasinya di sekolah masih menghadapi tantangan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman guru dalam melaksanakan evaluasi afektif, khususnya dalam domain spiritualitas, sikap, dan karakter di Madrasah Aliyah Iqra’. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap guru-guru mata pelajaran di lingkungan madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun guru memahami pentingnya evaluasi afektif, keterbatasan instrumen, waktu, dan keterampilan teknis menjadi hambatan utama dalam pelaksanaannya. Strategi yang digunakan guru untuk mengatasi kendala tersebut antara lain melalui refleksi pribadi, kolaborasi antar guru, serta integrasi penilaian afektif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan dan dukungan kebijakan madrasah agar evaluasi afektif dapat dilaksanakan secara efektif dan berorientasi pada penginternalisasian nilai secara menyeluruh dalam diri peserta didik.
Referensi
Adib, M. A. (2024). Menuju Pembelajaran Madrasah yang Lebih Efektif: Sebuah Solusi dan Pendekatan Baru. Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah, 1(1).
Ahmad Hujaeri, Basri, H., & Fitri Hilmiyati. (2024). EVALUASI PERAN MERDEKA BELAJAR DALAM MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 2045 MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER. Jurnal Paris Langkis, 5(1), 248–258.
Arif, H. M., Munirah, M. P., Haluty, R., Harahap, S., Umalihayati, S., Km, S., Iswahyudi, M. S., Prastawa, S., Jumardi, M. P., & Darisman, D. (2024). Pendidikan Karakter Di Era Digital. CV Rey Media Grafika.
Armini, N. K. (2024). Evaluasi Metode Penilaian Perkembangan Siswa dan Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Merdeka Pada Sekolah Dasar. Metta?: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 4(1), Article 1.
Identifikasi Kesulitan Guru PAI dalam Pelaksanaan Penilaian Afektif di SDN Kahal Kota Cilegon | Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam. (t.t.). Diambil 22 Mei 2025, dari
Integrasi Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Berbasis Nilai Afektif dan Psikomotorik: Tantangan dan Peluang. (t.t.). ResearchGate. Diambil 22 Mei 2025, dari
Krathwohl’s Taxonomy. (t.t.). Diambil 22 Mei 2025, dari
La ode Onde, M., Aswat, H., & Sari, E. R. (2020). Integrasi penguatan pendidikan karakter (PPK) era 4.0 pada pembelajaran berbasis tematik integratif di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 4(2), 268–279.
Madu, F. J., & Jediut, M. (2022). Membentuk literasi membaca pada peserta didik di sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(3), 631–647.
Pengetahuan Dan Persepsi Guru Bahasa Indonesia SMK Se-Kabupaten Banyumas Tentang Evaluasi Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Produktif Dalam Kurikulum 2013 | Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra. (t.t.). Diambil 22 Mei 2025, dari
Prasetiya, B., Rofi, S., & Setiawan, B. A. (2018). Penguatan nilai ketauhidan dalam praksis pendidikan islam. JIE (Journal of Islamic Education), 3(1).
Sukanti, S. (2011). PENILAIAN AFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN AKUNTANSI. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, 9(1). https://doi.org/10.21831/jpai.v9i1.960
Suwartini, S. (2017). Pendidikan karakter dan pembangunan sumber daya manusia keberlanjutan. Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-An, 4(1). https://core.ac.uk/download/pdf/230377336.pdf
Taridala, S., & Anwar, R. (2023). TRANSFORMASI EDUKASI: Mengoptimalisasi Kinerja Guru dan Kualitas Layanan Melalui Program Merdeka Belajar. Feniks Muda Sejahtera.



