Narasi Transformasi Iman dalam Episode Cahaya untuk Indonesia: Analisis Strategi Dakwah Visual Habib Ja’far dan Mega Salsabil di YouTube

Penulis

  • Anisya Rahma Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Fakhri Putra Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Ja’far Az Zarkasyi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Jumroni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.56832/edu.v5i2.1454

Kata Kunci:

Dakwah Digital, Habib Ja’far, Narasi Religius, Resonansi Emosional, YouTube

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi naratif dalam episode program Cahaya untuk Indonesia bersama Mega Salsabil yang ditayangkan di YouTube. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana narasi luka masa muda dan kebangkitan iman dibangun melalui pendekatan visual, audio, dan dialog reflektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta memanfaatkan teori narasi religius, komunikasi transformasional, resonansi emosional, dan budaya visual. Data dikumpulkan melalui observasi tayangan video, dokumentasi visual-audio, dan analisis komentar audiens selama 60 menit awal episode. Dengan teknik wawancara yang emosional, simbol cahaya sebagai representasi spiritual, dan penggunaan musik latar untuk memperkuat suasana batin. Respons audiens memperlihatkan keterhubungan emosional yang kuat, yang membuktikan bahwa dakwah digital berbasis pengalaman personal dan visual mampu menciptakan resonansi spiritual yang mendalam. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan dakwah digital yang lebih humanis, reflektif, dan estetis dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman di era media baru.

Referensi

Assingkily, M. S. (2021). Metode Penelitian Pendidikan: Panduan Menulis Artikel Ilmiah dan Tugas Akhir. Yogyakarta: K-Media.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Fiske, J. (1987). Television culture. Routledge.

Ghifari, A. (2023). Produksi siaran religi digital: Analisis strategi narasi dakwah di YouTube. UIN Alauddin Makassar.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Lull, J. (2000). Media, communication, culture: A global approach (2nd ed.). Columbia University Press.

Markonah, S. (2022). Representasi keluarga dalam dakwah televisi: Studi kasus program 'Keluarga Harmonis'. Jurnal Komunikasi Islam, 45-60.

Marsudi, U. (2021). Efektivitas podcast dakwah dalam membangun resonansi emosional remaja . Universitas Islam Bandung

Nurhadi, H. (2023). Dakwah Digital: Strategi Komunikasi Ustadz Hanan Attaki di Media Sosial. Prenadamedia Group.

Rahman, A. A. (2022). “Metafora visual dalam konten dakwah generasi Z di Instagram.” Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis, 89-112.

Saldaña, J. (2021). The coding manual for qualitative researchers 4th ed. SAGE Publications.

Siregar, I. F. (2021). “Efek emosional podcast religi terhadap pembentukan spiritualitas remaja.” Jurnal Komunikasi Islam, 11(2), 215-234.

Sternberg, M. (2021). The poetics of biblical narrative: Ideological literature and the drama of reading. Indiana University Press.

Illouz, E. (2007). Cold Intimacies: The Making of Emotional Capitalism. Polity Press.

Mirzoeff, N. (2011). An Introduction to Visual Culture. Routledge.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-07-15

Terbitan

Bagian

Table of Content | Articles