Transformasi Pendidikan Melalui Penguatan Hak Asasi Manusia: Studi Kasus di Al Binaa Islamic Boarding School

Penulis

  • Muntolib UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta
  • Alpha Amirrachman Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Media Zainul Bahri Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Abdul Mu’ti Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.56832/edu.v5i2.1496

Kata Kunci:

Guru, Pendidikan Berbasis HAM, Pendidikan Islam

Abstrak

Kasus pelanggaran hak anak dan diskriminasi yang marak di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren, menjadi tantangan serius bagi pembangunan pendidikan Islam yang berkeadilan di Indonesia. Pendidikan berbasis Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi pendekatan krusial untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, menghormati martabat setiap individu, dan menyiapkan generasi yang peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran guru sebagai agen transformatif dalam penguatan nilai-nilai HAM di Al Binaa Islamic Boarding School, Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memegang peran sentral dalam menginternalisasi nilai-nilai HAM melalui keteladanan, praktik kesetaraan, penghargaan atas kebebasan berpendapat, serta pendampingan siswa dalam memilih jurusan sesuai minat dan bakat mereka. Tantangan seperti resistensi budaya, kurangnya pelatihan guru, dan dominasi pola relasi hierarkis menjadi hambatan dalam integrasi HAM di pesantren. Namun, peluang besar muncul melalui sinergi nilai-nilai Islam dan prinsip HAM, membuka jalan bagi terciptanya pendidikan Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga humanis, demokratis, dan berorientasi pada pembentukan karakter santri sebagai agen perubahan sosial.

Referensi

ActionAid. (2011). Promoting rights in schools: Providing quality public education – A framework for schools as learning communities. ActionAid International.

Al-Attas, S. M. N. (1991). The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. ISTAC.

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Babicka-Wirkus, A. (2018). Teachers’ beliefs about children’s rights education: A case study from Poland. International Journal of Children’s Rights, 26(2), 237–257.

Balibar, É. (1992). Racism and Nationalism. In É. Balibar & I. Wallerstein (Eds.), Race, Nation, Class: Ambiguous Identities (pp. 37–67). Verso.

Biesta, G. J. J. (2011). Learner, Student, Speaker: Why it Matters how We Call Those We Teach. In M. Simons & J. Masschelein (Eds.), Rancière, Public Education and the Taming of Democracy (pp. 31–42). Wiley-Blackwell.

Budiardjo, M. (1982). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Gramedia.

Chamim, A. (2006). Pendidikan Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia. Pustaka Pelajar.

Cornelissen, G. (2011). The Public Role of Teaching: To Keep the Door Closed. In M. Simons & J. Masschelein (Eds.), Rancière, Public Education and the Taming of Democracy (pp. 15–30). Wiley-Blackwell.

Covell, K. (2013). Children’s Human Rights Education to Social Justice: A Case Study from England. Revista International de Educación Para La Justicia Social, 2(1), 35–48.

Freire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed. Continuum.

Fritzsche, K. P., & Tibbitts, F. (2006). International Perspectives on Human Rights Education. Journal of Social Science Education, Special issue.

Galston, W. A. (2017). The Populist Moment. Journal of Democracy, 28(2), 21–33.

Hidalgo, J. (2004). Human Rights and Education: An International Perspective. UNESCO Publishing.

Jerome, L., Curran, H., & Wright, L. (2015). Integrating children’s rights in educational settings: Teacher education in international context. International Journal of Educational Research, 70, 34–43. https://doi.org/10.1016/j.ijer.2015.01.004

Kementerian Pendidikan, K., Riset, dan Teknologi. (2022). Laporan Hasil Asesmen Nasional Tahun 2022. Kemendikbudristek. https://pusmendik.kemdikbud.go.id/an/

Lefebvre, H. (2020). Foucaultian Ethics and Human Rights Education. In Winter, Sarah. Foucaultian Ethics and Human Rights Education.

Luthfiyyahsyah, P. S., Syihabuddin, S., Supriadi, R., & Ramanda, R. (2024). Tindak Tutur Ekspresif Guru dan Respons Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Basyariyah. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 4(2), 756–769.

Notonegoro. (2010). Politik dan Hak Asasi Manusia. Universitas Gadjah Mada Press.

Ozturk, A., & Dogan, G. (2017). Effective Children’s Rights Education from the Perspectives of Expert Teachers in Children’s Rights Education: A Turkish Sample. Journal of Education and Learning, 6, 303. https://doi.org/10.5539/jel.v6n4p303

Pusdatin KPAI. (2024). Kasus Kekerasan terhadap Anak pada Satuan Pendidikan Terus Terjadi. https://www.kpai.go.id/publikasi/kasus-kekerasan-terhadap-anak-pada-satuan-pendidikan-terus-terjadi-kpai-lakukan-fgd-dengan-stakeholder-dan-sepakati-beberapa-rekomendasi

Rogers, C. R. (1969). Freedom to Learn: A View of What Education Might Become. Charles E. Merrill.

Rosyada, D. (2003). Pendidikan Kewarganegaraan: Demokrasi, HAM, dan Civil Society. Prenada Media.

United Nations. (1989). Convention on the Rights of the Child. United Nations. https://www.ohchr.org/en/instruments-mechanisms/instruments/convention-rights-child

Verhellen, E. (1993). Children’s Rights and Education: A Three-Track Legally Binding Imperative. School Psychology International, 14(3), 199–208. https://doi.org/10.1177/0143034393143002

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-07-24

Terbitan

Bagian

Table of Content | Articles