Analisis Strategi Gibran Rakabuming dalam Video Manifesto Bonus Demografi di Youtube

Penulis

  • Amelia Fahra Anggraini Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Annisa Putri Salsabila Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Yasin Ibadurrahman Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Jumroni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.56832/edu.v5i2.1504

Kata Kunci:

Bonus Demografi, Generasi Muda, Gibran Rakabuming, Komunikasi Politik, YouTube

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi politik Gibran Rakabuming dalam video manifesto bonus demografi yang diunggah di YouTube. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif serta teori komunikasi politik Harold D. Lasswell dan teori kesan pertama (first impression), penelitian ini mengkaji bagaimana narasi, visual, simbol, dan bahasa digunakan dalam video tersebut membentuk citra kepemimpinan Gibran sebagai representasi generasi muda. Temuan menunjukkan bahwa Gibran secara sadar membingkai dirinya melalui pesan visual dan naratif yang menyentuh isu strategis bonus demografi menggunakan gaya bahasa yang inklusif, simbol nasionalisme, serta musik latar untuk memperkuat emosi dan persuasi. Meski strategi ini terbukti membentuk kesan positif bagi sebagian audiens, tanggapan yang muncul menunjukkan bahwa komunikasi politik bersifat tidak linier dan sangat dipengaruhi oleh latar belakang ideologis audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi politik digital memerlukan strategi yang adaptif, kreatif, dan mampu membangun kedekatan emosional dengan target audiens, khususnya ke generasi muda.

Referensi

Asch, S. E. (1946). Forming impressions of personality. The Journal of Abnormal and Social Psychology, 41(3), 258.

Assingkily, M. S. (2021). Metode Penelitian Pendidikan: Panduan Menulis Artikel Ilmiah dan Tugas Akhir. Yogyakarta: K-Media.

Berger, A. A. (2017). Media analysis techniques (5th ed.). Sage Publications.

Entman, R. M. (2007). Framing bias: Media in the distribution of power. Journal of Communication, 57(1), 163–173.

Fiki Ardiansyah & Muhaimin Muhaimin. (2024). Analisis komunikasi politik dalam kampanye pemilu: Pendekatan kualitatif terhadap strategi dan dampaknya di media sosial. As-Syirkah: Islamic Economic & Financial Journal, 3(3), 1145–1150.

Fisher, W. R. (1984). Narration as a human communication paradigm: The case of public moral argument. Communication Monographs, 51(1), 1–22.

Heryanto, G. G. (2024). Ragam persoalan komunikasi politik Indonesia. IRCISOD.

Leak, A. N. (1994). Barthes: Mythologies. Grant and Cutler.

Lidwell, W., Holden, K., & Butler, J. (2010). Universal principles of design, revised and updated: 125 ways to enhance usability, influence perception, increase appeal, make better design decisions, and teach through design. Rockport Publishers.

McNair, B. (2017). An introduction to political communication (6th ed.). Routledge.

Mudjiyanto, B., & Nur, E. (2013). Semiotika dalam metode penelitian komunikasi. Jurnal Pekommas, 16(1), 73–82.

Puspitasari, M. (2024). Perangkap demokrasi dalam arena media sosial: Belajar dari kampanye pemilihan presiden 2024. Masyarakat Indonesia, 50(1), 13–28.

Tan, P. (2020). Populisme, Pilkada dan masa depan demokrasi. JAP UNWIRA, 1(2), 80–94.

Tufekci, Z. (2019). A response to Johanne Kübler’s A review of Zeynep Tufekci—Twitter and Tear Gas. International Journal of Politics, Culture, and Society, 32(3), 365–369.

Wijaya, I. G. R. (2020). Analisis partisipasi milenial (pemilih pemula) dalam pemilu legislatif tahun 2019 di Desa Rimba Beringin Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar (Skripsi tidak diterbitkan, UIN Sultan Syarif Kasim Riau).

Yodiansyah, H. (2017). Komunikasi politik media surat kabar dalam studi pesan realitas politik pada media cetak Riau Pos dan Tribun Pekanbaru. Jurnal Kajian Komunikasi, 5(1), 11–30.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-07-22

Terbitan

Bagian

Table of Content | Articles