Collaborative Governance Paguyuban Mojang Jajaka dalam Pengembangan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Purwakarta
DOI:
https://doi.org/10.56832/edu.v5i2.1651Kata Kunci:
Collaborative Governance, Mojang Jajaka, Pariwisata Kabupaten PurwakartaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Paguyuban Mojang Jajaka dalam Collaborative Governance pada pengembangan daya tarik wisata di Kabupaten Purwakarta. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teori Collaborative Governance Regime (CGR) dari Emerson, Nabatchi, dan Balogh. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, serta studi dokumentasi dengan aktor terkait, yaitu pemerintah daerah melalui Disporaparbud, Paguyuban Mojang Jajaka, pengelola destinasi wisata, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mojang Jajaka berperan sebagai aktor kolaboratif yang tidak hanya menjadi ikon seremonial, tetapi juga menjembatani pemerintah dan masyarakat melalui promosi digital, pendampingan event, serta penguatan kapasitas komunitas. Dampak kolaborasi terlihat pada peningkatan citra daerah, partisipasi generasi muda, dan penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Namun, masih terdapat hambatan berupa belum adanya regulasi formal dan keterbatasan pendanaan, sehingga diperlukan regulasi serta forum koordinasi multiaktor untuk keberlanjutan kolaborasi.
Referensi
Ababil, M., Sugiarti, Y., & Fithry, A. (2023). Pertanggungjawaban Pelaku Usaha Atas Kerugian Wisatawan Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. 10.
Abdussamad, J., Putri, W., & Hurudji, A. (2022). Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Kepariwisataan Di Desa Botutonuo Kabupaten Bone Bolango. 9.
Agustino. L. (2016).
Ahmad Nada. (2023). Mojang Jajaka Jabar Dan Paguyuban Moka Purwakarta Gelar Program Cashmaran. Mojang Jajaka Jabar Dan Paguyuban Moka Purwakarta Gelar Program Cashmaran.
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative Governance In Theory And Practice. Journal Of Public Administration Research And Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Arrozaaq, D. (2012). Collaborative Governance (Studi Tentang Kolaborasi Antar Stakeholders Dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan Di Kabupaten Sidoarjo).
Aziiz, M., & Prastiti, S. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Akuntabilitas Dana Desa. In Jurnal Akuntansi Aktual (Vol. 6, Issue 2).
Aziz, Y., Komaladewi, R., Indika, D., Shiratina, A., & Perisha. B. (2018). Potensi Pasar Melalui Penilaian Karakteristik Wisatawan Jawa Barat. 5.
Bianchi, C., Nasi, G., & Rivenbark, W. (2021). Implementing Collaborative Governance: Models, Experiences, And Challenges. Public Management Review, 23(11), 1581–1589. https://doi.org/10.1080/14719037.2021.1878777
Bryson, J., Crosby, B., & Stone, M. (2006). Th E Design And Implementation Of Cross-Sector Collaborations: Propositions From The Literature.
Devy. H, & Soemanto, R. (2017). Pengembangan Obyek Dan Daya Tarik Wisata Alam Sebagai Daerah Tujuan Wisata Di Kabupaten Karanganyar. Jurnal Sosiologi Dilema, 32(1). https://jurnal.uns.ac.id/dilema
Darussalam, M. (2024). Lembar Pengesahan Proposal Kegiatan Expedisi Moka Paguyuban Mojang Jajaka Kabupaten Purwakarta Tema “Jelajahi Keindahanm Lestarikan Budaya, Ekspedisi Wisata Tanpa Bata”
Donahue, J., & Zeckhauser, R. (2011). Collaborative Private Roles For Public Goals In Turbulent Times Governance.
Diskominfo Purwakarta. (2024, Aug 3). Pembukaan Audisi Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Purwakarta 2024 Resmi Dibuka.
Elistia. (2020). Perkembangan dan Dampak Pariwisata Di Indonesia Masa Pandemi Covid- 19.
Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An Integrative Framework For Collaborative Governance. Journal Of Public Administration Research And Theory, 22(1), 1–29. https://doi.org/10.1093/jopart/mur011
Fadlurrahman, Ari Mukti, Yuni Kurniasih3), & Rizza Arge Winanta4). (2022). Collaborative Governance Dalam Pengelolaan Dan Pengembangan Pariwisata Di Desa Ngargogondo Kecamatan Borobudur. 7(2). http://balkondesborobudur.com
Firmansyah, D., Suryana, A., Rifa’i, A., Suherman, A., & Susetyo, D. (2022). Hexa Helix: Kolaborasi Quadruple Helix Dan Quintuple Helix Innovation Sebagai Solusi Untuk Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19. Ekuitas (Jurnal Ekonomi dan Keuangan), 6(4), 476–499. https://doi.org/10.24034/j25485024.y2022.v6.i4.4602
Hariadi, A. (2019). Collaborative Governance Dalam Pebgelolaan Pariwisata Pantai Pasir Putih Bira Kabupaten Bulukumba.
Harmana, D., Wargadinata, E., & Nurdin, I. (2021). Pengelolaan Sampah Berbasis Collaborative Governance Di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara.
Janssen, M., Charalabidis, Y., & Zuiderwijk, A. (2012). Benefits, Adoption Barriers And Myths Of Open Data And Open Government. Information Systems Management, 29(4), 258–268. https://doi.org/10.1080/10580530.2012.716740
Lestari, Y. (2022). Collaborative Governance dalam Pengelolaan Wisata Alam Green Canyon di Desa Medalsari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang. Volume 8, Nomor 7, 160. https://doi.org/10.5281/zenodo.6557133
Lubis, L., Tamrin, M. H., & Musleh, Moh. (2024). Collaborative Governance Networks Supporting Sustainable Ecotourism: A Case Study Of Gili Iyang Island, Indonesia. Society, 12(1), 94–110. https://doi.org/10.33019/society.v12i1.663
Mappi, A. (2001). Cakrawala Pariwisata. Balai Pustaka.
Mewangi, M. (2020). Purwakarta Kembangkan Potensi Batik Khas. https://www.kompas.id/baca/nusantara/2020/03/10/purwakarta-kembangkan-potensi-batik-khas
Miles, & Huberman. (2007). Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook Edition.
Nugraha, R., & Virgiawan, F. (2022). Pengembangan Daya Tarik Wisata Di Objek Wisata Telaga Arwana Cibubur. 3(6).
Nur, M., Juana, T., Ningrum, E., & Sutisna, S. (2022). Kolaborasi Governansi Dalam Program Umkm Juara Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Pelaku Usaha Jawa Barat. Adbispreneur, 7(1), 1. https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v7i1.35196
Nuryanto, Ahdiat, D., & Surasetja, R. (2016). Perencanaan dan Perancangan Desa Wisata Tajur Kahuripan di Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat Berbasiskan Arsitektur Tradisional Sunda. 13.
O’brien, M. (2012). Review Of Collaborative Governance: Factors Crucial To The Internal Workings of The Collaborative Process.
Pariwisataindonesia. (2024). Gunung Parang, Wisata Panjat Tebing Penuh Tantangan |Pariwisata Indonesia. https://pariwisataindonesia.id/jelajah/gunung-parang-wisata-panjat-teebing-penuh-tantangan/
Pradikta, A. (2013). Strategi Pengembangan Obyek Wisata Waduk Gunungrowo Indah Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (Pad) Kabupaten Pati.
Prokompin (2023, July 22). Audisi Event Kreatif Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Purwakarta Tahun 2023.
Putri, P., & Kusdiwanggo, S. (2024). Peran Esensial Masyarakat Lokal Terhadap Pengembangan Desa Wisata. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 13(2).
Raco, J. (2010) Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik Dan Keunggulannya.
Rahardjo, M. (2010). Triangulasi dalam Penelitian Kualitatif.
Rohimansah. (2024). Peran Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Pariwisata Air Terjun Way Lalaan di Kabupaten Tanggamus.
Rustiana, E., Abdillah. U, & Cupiadi, H. (2019). Implementasi Kebijakan Pembangunan Kepariwisataan Di Kabupaten Garut. Volume 01.
Sahir, S. (2021). Metodologi Penelitian. www.penerbitbukumurah.com
Suban, S. A., Madhan, K., & Shagirbasha, S. (2023). A Bibliometric Analysis Of Halal And Islamic Tourism. International Hospitality Review, 37(2), 219–242. https://doi.org/10.1108/ihr-05-2021-0038
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D.
Suharto. (2017). Peran Duta Wisata Panji Galuh Dalam Pengembangan Wisata Budaya Di Kota Kediri. https://ojs.unik-kediri.ac.id/index.php/mediasosian/article/view/182
Sulastri, S., & Pariyanti, E. (2019). Pengaruh Pendapatan Sektor Pariwisata Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Dan Pertumbuhan Ekonomi Lampung Timur. Jurnal Fidusia, 2.
Tingginehe, A., Waani, J., & Wuisang, C. (2019). Perencanaan Pariwisata Hijau Di Distrik Roon Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Jurnal Spasial, 6(2).
Utama, I. (2014). Pengantar Industri Pariwisata.Pariwisata.
Vani, R. V., Priscilia, S. O., & Adianto, A. (2020). Model Pentahelix Dalam Mengembangkan Potensi Wisata Di Kota Pekanbaru. Publikauma?: Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area, 8(1), 63–70. https://doi.org/10.31289/publika.v8i1.3361
Wayan. I. (2016). Analisis Kebijakan Pengembangan Pariwisata (Intervensi Melalui Kebijakan Pariwisata Berkelanjutan Di Bali).
Wood, D. J., & Gray, B. (1991). Toward A Comprehensive Theory Of Collaboration. The Journal Of Applied Behavioral Science, 27(2), 139–162. https://doi.org/10.1177/0021886391272001.



