Intertekstualitas Parenting dalam Konteks Pendiddikan Karakter Kemuhammadiyahan di Tiga Buku Buya Hamka
DOI:
https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.2073Keywords:
Intertektualitas, Parenting, Pendidikan karakter, Buya HamkaAbstract
Tulisan ini mengkaji intertektualitas konsep parenting dalam perspektif Muhammadiyah melalui pemikiran Buya Hamka, dalam bukunya Falsafah Hidup, Lembaga Budi, dan Lembaga Hidup. Dalam karya-karya tersebut, Hamka menekankan pentingnya pendidikan karakter yang berlandasakan pada nilai Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Hamka juga menyoroti peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam membentuk karakter anak, dengan menekankan pentingnya teladan dan bimbingan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Konsep parenting ini sejalan dengan prinsip-prinsip Muhammadiyah yang menekankan pentingnya pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Islam serta berorientasi pada pembentukan karakter yang mulia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian pustaka. Terdapat 3 temuan dari penelitian ini yakni keluarga memiliki andil yang sangat besar pada proses pembentukan dan pengembangan kepribadian anak, lingkungan keluarga diharapkan mampu mempunyai pemahaman tentang esensi dari kepribadian islam yang mencerahkan, proses dan karakter perkembagan usia anak, keluarga harus memahami dan mengantisipasi terhadap apa yang menjadi penghambat dari proses perkembangan kepribadian anak Melalui pendekatan intertekstual, tulisan ini bertujuan untuk memahami pemikiran Buya Hamka dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan konsep parenting dalam konteks pendidikan karakter di lingkungan Muhammadiyah. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat kesamaan model parenting dalam konteks pendidikan karakter perspektif Muhammadiyah dengan pemikiran Buya Hamka.Downloads
Published
2025-12-31
Issue
Section
Table of Content | Artikel










