Coaching dan Mentorship dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam pada SMP Negeri 43 Bandung
DOI:
https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.2179Keywords:
Coaching, Mentorship, Pembelajaran MendalamAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis coaching dan mentorship kepala sekolah dalam implementasi pembelajaran mendalam di SMP Negeri 43 Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan pengecekan keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan coaching dan mentorship disusun berdasarkan analisis kebutuhan guru dan visi pembelajaran mendalam, pelaksanaan dilakukan melalui pendampingan terstruktur, observasi kelas, dan dialog reflektif, sementara evaluasi dan tindak lanjut mengacu pada siklus PDCA untuk perbaikan berkelanjutan. Faktor pendukung meliputi komitmen pimpinan dan budaya kolaboratif, sedangkan faktor penghambat antara lain keterbatasan waktu dan pemahaman konsep pembelajaran mendalam sebagian guru.
References
Allen, T. D., Eby, L. T., Poteet, M. L., Lentz, E., & Lima, L. (2004). Career benefits associated with mentoring for protégés: A meta-analysis. Journal of Vocational Behavior, 66(2), 175–197.
Alter, S. (1991). Information systems: A management perspective. Benjamin/Cummings.
Alter, S. (2008). Service system fundamentals: Basic understanding and value creation. Steve Alter.
Anderson, R. (2020). “Mentoring–Coaching Integration in Deep Learning Assessment”. Educational Leadership Review, 12(4), 51–67.
Anwar, H. (2016). "Sistem informasi akademik berbasis web sebagai pendukung manajemen pendidikan". Jurnal Teknologi Pendidikan, 8(2), 45-60.
Arifuddin Kasaming (2018)., Supervisi Akademik dan Proses Pembelajaran, Malang: Media Nusa Creative
Assingkily, M. S. (2021). Metode Penelitian Pendidikan: Panduan Menulis Artikel Ilmiah dan Tugas Akhir. Yogyakarta: K-Media.
Biggs, J. (1999). Teaching for quality learning at university: What the student does. Buckingham: SRHE & Open University Press.
BNSP. (2023). Standar nasional pendidikan. Diakses dari www.bnsp.go.id
Duhou, I. (2004). School-based management. UNESCO International Institute for Educational Planning.
Bonwell, C. C., & Eison, J. A. (1991). Active learning: Creating excitement in the classroom. ASHE-ERIC Higher Education Report No. 1.
Crisp, G., & Cruz, I. (2009). Mentoring college students: A critical review of the literature between 1990 and 2007. Research in Higher Education, 50(6), 525–545.
Dolmans, D. H. J. M., Loyens, S. M. M., Marcq, H., & Gijbels, D. (2015). Deep and surface learning in problem-based learning: a review. Advances in Health Sciences Education, 21(5), 1087–1112.
Eby, L. T., Allen, T. D., Evans, S. C., Ng, T., & DuBois, D. L. (2008). Does mentoring matter? A multidisciplinary meta-analysis. Journal of Vocational Behavior, 72(2), 254–267
Erwin, et al. (2022). Strategic information systems management. Routledge.
Fullan, M., & Langworthy, M. (2014). A Rich Seam: How New Pedagogies Find Deep Learning. Pearson Education.
Glickman, C. D., Gordon, S. P., & Ross-Gordon, J. M. (2018). Supervision and Instructional Leadership: A Developmental Approach. Pearson Education.
Hapsari, R. F., Syamsudin, T. A., Mulyasa, E., & Warta, W. (2021). Management of Guidance and Counseling Services as Efforts to Foster Student Character. Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 7(1), 45–58.
Laudon, K.C., & Laudon, J.P. (2017). Management information systems: Managing the digital firm (15th ed.). Pearson.
Laudon, K.C., & Laudon, J.P. (2023). Management information systems (16th ed.). Pearson.
McLeod, R. (1983). Management information systems. Science Research Associates.
Moekjiat. (2005). Sistem informasi manajemen. Pustaka Binaman Pressindo.
Mulyasa, E. (2005). Manajemen berbasis sekolah: Konsep, strategi, dan implementasi. Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2006). Menjadi kepala sekolah profesional. Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2022). Pengembangan manajemen berbasis sekolah. Bumi Aksara.
Nurkholis. (2003). Manajemen berbasis sekolah: Teori dan praktik. Grasindo.
O'Brien, J.A., & Marakas, G.M. (2022). Management information systems (11th ed.). McGraw-Hill.
Prasetyo, B. (2022). "Evaluasi penerapan sistem informasi manajemen dalam manajemen berbasis sekolah di perguruan tinggi". Jurnal Manajemen Pendidikan, 15(1), 78-92.
Setiawan, A. (2021). "Implementasi sistem informasi manajemen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah atas". Jurnal Administrasi Pendidikan, 12(3), 112-125.
Stair, R., & Reynolds, G. (2023). Fundamentals of information systems (10th ed.). Cengage.
Supriatna, T. (2023). "School-based management and educational development". Journal of Educational Leadership, 15(2), 45-60.
Wohlstetter, P., & Mohrman, S.A. (1997). School-based management: Organizing for high performance. Jossey-Bass.
Republik Indonesia. (2008). *Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik*. Lembaran Negara RI Tahun 2008, No. 58.
Republik Indonesia. (2005). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Lembaran Negara RI Tahun 2005, No. 41.
Depdiknas. (2000). Panduan manajemen berbasis sekolah. Departemen Pendidikan Nasional.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. (2024). Kebijakan penguatan kapasitas manajerial sekolah.
Republik Indonesia. (2005). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Depdiknas. (2000). Panduan manajemen berbasis sekolah. Departemen Pendidikan Nasional.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. (2024). Kebijakan penguatan kapasitas manajerial sekolah. Kemendikbudristek.



