Analisis Dialek Kansai pada Karakter Miya Atsumu dan Miya Osamu pada Anime Haikyuu Season 4

Authors

  • Ni Luh Yeni Aprilianti Universitas Pendidikan Ganesha
  • Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.2684

Keywords:

Dialek Kansai, pragmatik, Haikyuu!!, Miya Atsumu, Miya Osamu, Anime

Abstract

Anime merupakan media populer yang sering menghadirkan variasi bahasa, termasuk dialek regional yang memperkaya karakter. Studi ini menganalisis penggunaan dialek Kansai oleh karakter Miya Atsumu dan Miya Osamu dalam anime Haikyuu!! Season 4 dengan menggunakan teori pragmatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implikatur, presuposisi, dan aspek pragmatik lainnya dalam dialog yang menggunakan dialek Kansai. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dialek Kansai tidak hanya memperkuat identitas regional karakter, tetapi juga menggambarkan kepribadian mereka secara lebih mendalam. Analisis  penggunaan dialek Kansai pada karakter Miya Atsumu dan Miya Osamu dalam anime Haikyuu!! Season 4 tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memperkuat identitas mereka sebagai karakter dari Prefektur Miyagi, tetapi juga menambah dimensi karakterisasi yang kompleks dan kohesif.

References

Arsa, dkk. (2024). Pang Pada Payu: Implementing Tri Hita Karana Principles on Pawongan Aspect as a Balinese Business Concept. International Review of Management and Marketing, 14(1), pp.1–10. https://econjournals.com/index.php/irmm/article/view/15328/7632

Astawa, dkk. (2021). Analisis Tindak Tutur Ekspresif dalam Drama My Boss My Hero (Suatu Kajian Pragmatik). Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang, 7(2)

Chambers, J.K., & Trudgill, P. (1998). Dialectology. Cambridge: Cambridge University Press.

Geeslin, K. L., & Long, A. Y. (2014). Sociolinguistics and Second Language Acquisition: Learning to Use Language in Context. New York, NY: Routledge

Inoue, Miyako (2006). Vicarious Language: Gender and Linguistic Modernity in Japan. Berkeley: University of California Press.

Kortmann, B. (2020). Pragmatics: Theory and Practice. Routledge

Labov, William(1972). Sociolinguistic Patterns. Philadelphia: University of Pennsylvania Press.

Menggo, S., dkk. (2023). Insertion Function in Code-Mixing Use on WhatsApp Group Chats Among University Students. Journal of Language Teaching and Research, 14(3), pp.587–596. https://doi.org/10.17507/jltr.1403.06

Miller, Laura (2004). You Are Doing Burikko!: Censoring/scrutinizing Artificers of Cute Femininity in Japanese. In Japanese Language, Gender, and Ideology: Cultural Models and Real People. Oxford: Oxford University Press.

Mulya, dkk. (2021). Analisis Tindak Tutur Ekspresif dalam Film Ano Hi Mita Hana Karya Nishiura Masaki. Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang, 7(2), pp. 117–128.

Nishiyama, Kunio (2018). The Role of Dialects in Character Development in Japanese Anime. Journal of Anime and Manga Studies.

Pramesti & Hermawan. (2024). Pragmatik dan Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Akademik Mahasiswa–Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang, 10(1), pp.1–10.

Rusiana, dkk. (2022). Students’ Perception on Virtual Book Club as an Extensive Reading Activity. Journal of Language and Linguistic Studies, 18(3), pp.1120–1135. https://doi.org/10.52462/jlls.2022.364

Suarjani, N. K. N., dkk. (2024). Analisis Penggunaan Shuujoshi Joseigo oleh Kuroko Shirai pada Anime Toaru Kagaku No Railgun Episode 1–3. PUSTAKA, 24(1), pp.14–20.

Downloads

Published

2026-01-30

Issue

Section

Table of Content | Articles