Program “Siswa Terlindungi, Sekolah Peduli”: Upaya Preventif dalam Membangun Budaya Anti-Perundungan di Sekolah Menengah Pertama
DOI:
https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.2118Keywords:
Anti-Perundungan, Budaya Sekolah, Pencegahan, RemajaAbstract
Perundungan menjadi masalah yang berdampak pada perkembangan sosial-emosional dan akademik siswa SMP. Penelitian ini mendeskripsikan pelaksanaan Program “Siswa Terlindungi, Sekolah Peduli” sebagai upaya preventif membangun budaya anti-perundungan di SMPN 20 Kota Jambi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket anti-bullying, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum program dilaksanakan, pemahaman siswa tentang bentuk perundungan masih rendah dan mekanisme pelaporan belum berjalan optimal. Setelah intervensi berupa sosialisasi, diskusi kasus, role-play, dan penyediaan saluran pelaporan aman seperti Pojok Curhat, terjadi peningkatan pada pengetahuan, sikap anti-perundungan, empati, serta keberanian siswa untuk melapor. Program ini juga memperkuat iklim kelas yang positif dan meningkatkan keterbukaan siswa kepada guru. Secara keseluruhan, program terbukti efektif sebagai langkah preventif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, peduli, dan bebas dari perundungan.










