Fenomena Takut Menikah pada Generasi Muda dalam Pandangan Sosial dan Nilai Keluarga Islam

Authors

  • Fidha Fhara Dhiba Harahap Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Gita Mayani Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nazwa Alya Nasution Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Sarah Aulia Siregar Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Hapni Laila Siregar Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.2135

Abstract

Fenomena ketakutan dan kecenderungan menunda pernikahan pada generasi muda semakin menonjol dalam dinamika sosial modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi ketakutan tersebut, khususnya di kalangan generasi muda muslimah. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran angket tertutup kepada responden berusia 18–30 tahun yang belum menikah, penelitian ini menganalisis delapan indikator yang mencakup faktor usia, pendidikan dan karier, trauma hubungan, tekanan lingkungan, kondisi ekonomi, pengaruh media sosial, nilai keluarga Islam, dan peran keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak memprioritaskan menikah muda dan lebih menekankan kesiapan mental, emosional, serta finansial. Faktor ekonomi merupakan pertimbangan dominan dengan 80% responden mengakuinya sebagai syarat utama sebelum menikah. Selain itu, fokus pada pendidikan dan karier, trauma hubungan, serta paparan media sosial turut memperkuat rasa takut terhadap pernikahan.

Downloads

Published

2025-12-16

Issue

Section

Table of Content | Artikel