Pemetaan Kerentanan Banjir Menggunakan Buffer Sungai dan Data Inarisk di Kabupaten Langkat

Penulis

  • Muhammad Ridha Syafii Damanik Universitas Negeri Medan
  • Elsa Kardiana Universitas Negeri Medan
  • Rosa D. Lumbantungkup Universitas Negeri Medan
  • Rahmadayanti Rahmadayanti Universitas Negeri Medan
  • Kharunnisa Kharunnisa Universitas Negeri Medan
  • Sri Aswinda Harefa Universitas Negeri Medan
  • Risdo Hotray Sinaga Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.1959

Kata Kunci:

Banjir, Buffer Sungai, InaRISK, SIG, Kabupaten Langkat

Abstrak

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan kerugian signifikan, baik secara sosial maupun ekonomi. Kabupaten Langkat termasuk wilayah dengan kerentanan banjir tinggi karena banyaknya aliran sungai besar seperti Wampu, Besitang, Secanggang, dan Batang Serangan. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat kerentanan banjir berdasarkan analisis buffer sungai dan integrasi data kerentanan banjir InaRISK dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan meliputi jaringan sungai, batas administrasi, dan peta kerentanan banjir InaRISK. Analisis dilakukan melalui pembuatan buffer sungai pada radius 0–500 meter, pemberian skor kerentanan, dan overlay dengan peta kerentanan InaRISK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah timur Kabupaten Langkat seperti Tanjung Pura, Gebang, Secanggang, dan Besitang termasuk kategori kerentanan tinggi karena dekat dengan sungai besar dan berada pada dataran rendah. Sementara wilayah barat seperti Bahorok, Salapian, dan Kutambaru memiliki kerentanan rendah. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam perencanaan mitigasi bencana dan penataan ruang berbasis risiko banjir.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-04

Terbitan

Bagian

Table of Content | Artikel