Kajian Komparatif Ilmu Filsafat dan Agama Serta Relevansinya Terhadap Filsafat Komunikasi Islam

Penulis

  • Safira Fauziyah Hasan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Alifia Azahra Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Azkiyatul Hawa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Natasya Putri Zanuba Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Edi Amin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.1999

Kata Kunci:

Ilmu Filsafat dan Agama, Relevansi, Filsafat Komunikasi Islam

Abstrak

Kajian tentang ilmu, filsafat, agama, dan Islam menunjukkan bahwa keempatnya saling berkaitan dalam membentuk cara manusia memahami realitas dan membangun peradaban. Ilmu dipahami sebagai pengetahuan ilmiah yang tersusun secara sistematis dan dapat diuji, sementara filsafat berfungsi sebagai upaya berpikir mendalam dan rasional untuk menemukan kebenaran. Agama, khususnya Islam, menjadi pedoman hidup yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan sekaligus memberikan landasan moral dan spiritual. Dalam tradisi Islam, ilmu mencakup pemahaman tentang Tuhan, syariat, dan penyucian jiwa, sedangkan pendidikan Islam meliputi tujuan, kurikulum, metode, pendidik, peserta didik, dan lembaga pendidikan yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah. Filsafat Islam berkembang tidak hanya dalam ranah metafisika, tetapi juga logika, matematika, dan ilmu alam, sebagaimana terlihat dalam karya pemikir seperti Ibn Sina. Filsafat pendidikan Islam kemudian menelaah hakikat proses pendidikan secara rasional berdasarkan prinsip-prinsip keislaman. Agama sendiri dipahami sebagai sistem nilai yang menjaga keteraturan hidup dan membimbing manusia menuju kebaikan. Keempat unsur ini ilmu, filsafat, agama, dan Islam memiliki peran saling melengkapi: ilmu membantu memahami fenomena, filsafat menyediakan kerangka berpikir kritis, agama memberikan dasar moral-spiritual, dan Islam menawarkan jawaban rasional serta nilai-nilai ilahi dalam menghadapi tantangan modern. Dengan sinergi tersebut, manusia dapat berkembang sebagai pribadi yang berakal, bermoral, dan beriman.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-06

Terbitan

Bagian

Table of Content | Artikel