Manajemen Perpustakaan Sekolah Meningkatkan Minat Baca Peserta Didik
DOI:
https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.2834Keywords:
Layanan Perpustakaan, Literasi, Manajemen Perpustakaan Sekolah, Minat BacaAbstract
Studi ini dimaksudkan guna menelaah pengelolaan perpustakaan sekolah demi meningkatan ketertarikan membaca pada siswa. Perpustakaan di lingkungan sekolah berfungsi krusial sebagai pusat sumber pembelajaran yang memperkuat proses belajar mengajar serta pengembangan kemampuan literasi. Akan tetapi, pengelolaan perpustakaan yang kurang maksimal mengakibatkan minimnya penggunaan fasilitas tersebut oleh siswa. Kajian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan lewat pengamatan, wawancara, serta studi dokumen, dengan melibatkan kepala sekolah, pustakawan, guru, dan siswa. Temuan studi mengungkap bahwa pelaksanaan fungsi manajemen, termasuk perencanaan, pengorganisasian, actuating, dan pengendalian, belum mencapai tingkat optimal. Keterbatasan pada koleksi buku, sarana prasarana, serta tenaga ahli menjadi penghalang utama dalam pengelolaan perpustakaan. Di samping itu, rendahnya minat baca siswa juga disebabkan oleh minimnya inovasi dalam layanan dan penggunaan teknologi informasi. Walaupun begitu, ada beberapa elemen pendukung seperti komitmen dari pihak sekolah dan keberadaan program literasi. Kajian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan perpustakaan sekolah yang efektif, kreatif, serta disesuaikan dengan keperluan pengguna mampu meningkatkan minat baca siswa. Karenanya, diperlukan penguatan pengelolaan perpustakaan melalui pengayaan koleksi, peningkatan keterampilan pustakawan, optimalisasi teknologi, dan penyelenggaraan program literasi secara konsisten.









