Kontroversi Keabsahan Perwalian Nikah Nonmuslim Perspektif Hukum Keluarga Islam

Penulis

  • Dihri Dihri Institut Agama Islam Negeri Parepare
  • Hannani Hannani Institut Agama Islam Negeri Parepare
  • Aris Aris Institut Agama Islam Negeri Parepare
  • Islamul Haq Institut Agama Islam Negeri Parepare
  • Fikri Fikri Institut Agama Islam Negeri Parepare

DOI:

https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.2156

Kata Kunci:

Hukum Keluarga Islam, Keabsahan Perwalian, Nikah Nonmuslim

Abstrak

Penelitian ini membahas kontroversi keabsahan perwalian nikah non-Muslim dalam perspektif hukum keluarga Islam. Permasalahan penelitian dirumuskan dalam tiga pertanyaan utama: (1) bagaimana keabsahan wali nikah non-Muslim menurut hukum keluarga Islam, (2) apa faktor yang melatarbelakangi munculnya kontroversi tersebut, dan (3) bagaimana solusi yang dapat diterapkan dalam konteks hukum keluarga Islam di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif. Data primer meliputi al-Qur’an, Hadis, Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta kitab fikih klasik empat mazhab. Data sekunder berasal dari buku, artikel dan jurnal ilmiah, tesis, disertasi, putusan pengadilan agama, serta fatwa ulama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pandangan mayoritas ulama fikih dan hukum positif di Indonesia, wali nikah non-Muslim tidak sah menikahkan perempuan Muslimah. Keislaman wali merupakan syarat mutlak karena berkaitan dengan prinsip akidah dan perlindungan maslahat agama, sebagaimana ditegaskan oleh mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali, serta tercermin dalam KHI Pasal 20–23. Kontroversi muncul akibat kondisi sosial, seperti pernikahan mualaf dan relasi keluarga lintas agama. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan humanis dan dialogis melalui peran KUA dan tokoh agama, agar pengalihan perwalian kepada wali hakim dipahami sebagai upaya menjaga kesesuaian syariat tanpa menafikan ikatan kekeluargaan.

Referensi

Al-Qur’an al-Karim. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Jakarta, Indonesia: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Kementerian Agama Republik Indonesia.

Al-Jaziri, A. ‘A.-R. (n.d.). Al-fiqh ‘al? al-ma??hib al-arba‘ah. Beirut, Lebanon: D?r al-Fikr.

An-Na‘im, A. A. (2008). Islam and the secular state: Negotiating the future of shari‘a. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Assingkily, M. S. (2021). Metode Penelitian Pendidikan: Panduan Menulis Artikel Ilmiah dan Tugas Akhir. Yogyakarta: K-Media.

Azra, A. (2015). Pluralisme dan toleransi dalam Islam. Jakarta, Indonesia: Prenadamedia Group.

Az-Zuhaili, W. (n.d.). Al-fiqh al-Isl?m? wa adillatuh?. Damascus, Syria: D?r al-Fikr.

Bukhari, A. ‘A. M. I. I. (2010). ?a??? al-Bukh?r?. Beirut, Lebanon: D?r Ibn Kath?r.

Ghazaly, A. R. (2003). Fiqh munakahat. Jakarta, Indonesia: Kencana.

Ibn Qud?mah, M. A. M. (1997). Al-mughn?. Beirut, Lebanon: D?r al-Fikr.

Ibn Rusyd, A. A.-W. M. (1995). Bid?yat al-mujtahid wa nih?yat al-muqta?id. Beirut, Lebanon: D?r Ibn ?azm.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2018). Kompilasi hukum Islam di Indonesia. Jakarta, Indonesia: Kementerian Agama Republik Indonesia.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2011). Himpunan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kompilasi hukum Islam. Jakarta, Indonesia: Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Mardawi, A. H. ‘A. I. S. (n.d.). Al-in??f f? ma‘rifat al-r?ji? min al-khil?f. Beirut, Lebanon: D?r I?y?’ al-Tur?th.

Najib, A. M. (2013). Kontroversi perempuan sebagai wali nikah: Tinjauan subjek hukum dalam kajian ushul fikih. Yogyakarta, Indonesia: Suka Press.

Nawawi, Y. B. S. A.-D. (2000). Al-majm?‘ shar? al-muhadhdhab. Beirut, Lebanon: D?r al-Fikr.

Sab?q, S. (1989). Fiqh al-sunnah. Cairo, Egypt: D?r al-Sal?m.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2016). Penelitian hukum normatif. Jakarta, Indonesia: RajaGrafindo Persada.

Summa, M. A. (2004). Hukum keluarga Islam di dunia Islam. Jakarta, Indonesia: RajaGrafindo Persada.

Siregar, A., Fatahuddin, Liberny, & Harapan, Z. A. A. (2023). Analisis yuridis terhadap isbat nikah dengan wali muhakkam. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3).

Wafda, M., & Hamidah, T. (2025). Wali non-Muslim dalam perkawinan perspektif maq??id al-shar?‘ah. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 6(1).

Zubaidi, Z., & Kamaruzzaman. (2018). Perpindahan wali nasab kepada wali hakim. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 1(1).

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-16

Terbitan

Bagian

Table of Content | Articles