Kearifan Lokal Kawali Sebagai Media Ajar Pembelajaran Bahasa Indonesia SMP untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi
DOI:
https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.2399Kata Kunci:
Bahasa Indonesia, Kawali, Kearifan Lokal, Literasi, Media AjarAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan kearifan lokal Kawali sebagai media ajar dan menganalisis dampaknya terhadap kemampuan literasi siswa di SMP Negeri 3 Kawali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi siswa kelas VIII, guru bahasa Indonesia, serta tokoh adat sebagai validator konten. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen portofolio tulisan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Situs Astana Gede dan filosofi Prasasti Kawali ke dalam materi teks deskripsi, narasi, prosedur, dan persuasi efektif meningkatkan literasi siswa. Pemanfaatan konteks lokal terbukti mereduksi hambatan kognitif, memperkaya diksi, serta menumbuhkan literasi kritis dan rasa bangga terhadap identitas budaya. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kearifan lokal Kawali berfungsi sebagai katalisator literasi yang efektif dalam menjawab tantangan pendidikan modern.
Referensi
Anwar, K. (2024). Ekoliterasi dalam Pembelajaran Bahasa: Menanamkan Nilai Lingkungan melalui Teks Lokal. Pustaka Hijau.
Assyakurrohim, D., Ikhsan, D., & Muttaqin, A. S. (2023). Metode Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Pendidikan: Sebuah Tinjauan Literatur. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(1), 120-135.
Budiarto, T. (2025). Implementasi Profil Pelajar Pancasila melalui Pendekatan Etnopedagogi di Sekolah Menengah. Jurnal Kewarganegaraan Digital, 7(1), 45-60.
Budiman, A. (2023). Ketersediaan Bahan Ajar Berbasis Budaya di Sekolah Menengah: Sebuah Analisis Kesenjangan. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 15(2), 88–102.
Darmawan, A. (2022). Pengaruh Penguasaan Materi Berbasis Konteks terhadap Kepercayaan Diri Berbicara Siswa SMP. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 6(2), 112-125.
Fauzi, M. R. (2024). Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Pembelajaran Bahasa. Pustaka Cendekia.
Fauziah, N., & Malik, R. (2023). Sense of Belonging dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Budaya Sunda. Jurnal Psikologi Pendidikan Nusantara, 11(3), 201-218.
Firmansyah, D. (2022). Peran Guru sebagai Inovator Kurikulum Merdeka di Tingkat Satuan Pendidikan. Jurnal Inovasi Kurikulum, 4(1), 45–59.
Gunawan, I. (2022). Transformasi Media Ajar: Dari Teks ke Konteks Budaya. Refika Aditama.
Hapsari, W. (2022). Literasi Digital vs Literasi Budaya: Mencari Titik Temu dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Media Pedagogi, 10(3), 210–225.
Hasanah, U. (2023). Skema Mental dan Pemahaman Teks Prosedur pada Siswa di Perdesaan. Jurnal Literasi Bahasa, 8(2), 150-165.
Heryanto, D. (2022). Kebijakan Kurikulum Berbasis Lokalitas: Tantangan Implementasi di Jawa Barat. Jurnal Administrasi Pendidikan, 14(1), 30-44.
Hidayat, R. (2023). Pedagogi Kontekstual: Mengintegrasikan Budaya Lokal dalam Pembelajaran Bahasa di Era Disrupsi. Penerbit Ilmu Pendidikan.
Irawan, B. (2024). Peningkatan Diksi dan Gaya Bahasa Siswa melalui Teks Berbasis Kearifan Lokal. Lingua Pedagogia, 8(1), 12–25.
Kristina, D. (2021). Literasi Visual dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Digital. Jurnal Pendidikan Modern, 5(4), 88-102.
Kurniawan, D. (2024). Analisis Efektivitas Media Ajar Berbasis Budaya terhadap Pemahaman Teks Siswa SMP. Jurnal Literasi Indonesia, 9(2), 134–148.
Lestari, S. (2023). Integrasi Pesan Prasasti Kawali dalam Materi Teks Persuasi di Sekolah Menengah. Jurnal Budaya dan Pendidikan, 7(4), 301–315.
Lubis, H., & Siregar, F. (2026). Masa Depan Literasi Indonesia: Integrasi Global dan Lokal. Penerbit Cakrawala.
Mahendra, Y. (2024). Masa Depan Kurikulum Nasional: Menuju Literasi Berbasis Kearifan Lokal. Kebijakan Pendidikan Nasional, 5(2), 200–215.
Maulana, S. (2021). Code-Switching dalam Kelas Bahasa: Strategi Guru dalam Menjembatani Bahasa Daerah dan Nasional. Jurnal Sosiolinguistik Indonesia, 4(2), 77-92.
Mulyadi, A. (2021). Etnolinguistik dan Pembelajaran Bahasa Indonesia: Strategi Penguatan Identitas Nasional di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 145–158.
Nugraha, A. (2024). Culturally Responsive Teaching: Teori dan Aplikasi di Sekolah Menengah. Indonesia Raya Press.
Pradana, M., & Setiawan, B. (2023). Amanat Galuh dan Relevansinya dengan Literasi Kritis Siswa SMP. Jurnal Humaniora dan Pendidikan, 13(2), 120-135.
Pratama, B. A., & Utami, S. (2024). Media Digital Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Literasi Siswa SMP: Sebuah Studi Eksperimental. Jurnal Inovasi Pembelajaran Bahasa, 9(1), 22–35.
Putri, E. (2022). Diglosia dan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Lingkungan Sekolah Berbasis Budaya. Linguistik Indonesia, 40(1), 55-70.
Rahman, A. (2023). Psikologi Literasi: Bagaimana Konteks Mempengaruhi Pemahaman Bacaan. Jurnal Psikologi Pendidikan, 11(2), 90–105.
Ramadhan, A., Azizah, N., & Pratama, S. (2024). Integrasi QR Code dan Artefak Budaya dalam Pembelajaran Literasi Digital. Jurnal Teknologi Pendidikan Inovatif, 10(2), 180-195.
Ramadhan, T. (2023). Nilai Moral Amanat Galuh sebagai Sumber Materi Teks Narasi Siswa SMP. Jurnal Humaniora dan Pendidikan, 13(1), 55–70.
Saldaña, J. (2021). The Coding Manual for Qualitative Researchers (4th ed.). SAGE Publications.
Santoso, P., & Utami, T. (2024). Pergeseran Paradigma Guru dalam Kurikulum Merdeka: Dari Pengajar menjadi Fasilitator. Jurnal Inovasi Kurikulum, 6(1), 101-115.
Saputra, R. (2024). Media Audiovisual Berbasis Kearifan Lokal untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia. Media Sains Indonesia.
Sari, D. P., & Rahmawati, L. (2025). Literasi Budaya dan Kewargaan: Menanamkan Nilai Lokal melalui Kurikulum Merdeka. Pustaka Akademika.
Sitorus, M. (2023). Literasi Informasi: Membedakan Fakta dan Mitos dalam Narasi Sejarah Lokal. Jurnal Literasi Media, 9(3), 210-225.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif: Untuk Penelitian yang Bersifat Eksploratif, Enterpretif, Interaktif, dan Konstruktif. Alfabeta.
Sujana, I. M., & Fitriani, E. (2021). Tantangan Pengajaran Bahasa Indonesia Formal di Tengah Arus Regionalisme Budaya: Perspektif Guru. Majalah Ilmiah Kependidikan, 12(3), 301–315.
Susanti, M. (2022). Rekonstruksi Materi Ajar Bahasa Indonesia: Dari Urban-Sentris ke Lokalitas. Jurnal Pendidikan Nasional, 6(3), 175–189.
Wahyuni, S., Hartono, R., & Setyawan, A. (2022). The Influence of Local Wisdom-Based Learning Materials on Students’ Reading Comprehension and Motivation. International Journal of Instruction, 15(4), 489–506.
Wijaya, K. (2023). Place-Based Education: Menjadikan Lingkungan sebagai Guru. Prenada Media.
Wulandari, S., & Kurnia, D. (2025). Rekonstruksi Tradisi Lisan Menjadi Teks Narasi dalam Pembelajaran Bahasa di SMP. Jurnal Sastra dan Bahasa, 12(1), 34-50.
Yulianto, H. (2025). Identitas dan Literasi: Sebuah Studi Kasus di Jawa Barat. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 14(1), 10–28.
Zulfa, N. (2023). Preservasi Budaya melalui Jalur Pendidikan Formal: Tantangan dan Harapan. Jurnal Arkeologi dan Edukasi, 8(2), 40–55.
Zulkifli, M. (2022). Kekayaan Diksi dalam Karangan Siswa Berbasis Etnopedagogi. Jurnal Kebahasaan, 15(2), 90-108.



