Asbabun Nuzul Ayat 274 Q.S Al-Baqarah dan Hubungannya dengan Fadhilah Berinfaq Karena Allah
DOI:
https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.2473Kata Kunci:
Infak, Surat Al-Baqarah ayat 274, Asb?bun Nuz?l, Keikhlasan, Tafsir Al-Qur'an.Abstrak
Surah Al-Baqarah ayat 274 merupakan salah satu ayat yang menegaskan keutamaan berinfak di jalan Allah dengan penuh keikhlasan, baik dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, serta pada waktu siang dan malam. Ayat ini tidak dapat dipahami secara komprehensif tanpa memperhatikan konteks asb?bun nuz?l yang melatarbelakanginya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna berinfak karena Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 274 dengan menelaah sebab-sebab turunnya ayat serta pemberdayaan teologis dan sosial yang dikandungnya. Infak dalam ayat ini diposisikan bukan hanya sebagai amal sosial, tetapi juga sebagai wujud keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Selain itu, janji Allah berupa pahala, ketenangan batin, dan keselamatan akhirat menunjukkan bahwa infak memiliki dimensi spiritual dan psikologis yang kuat. Dengan demikian, pemahaman terhadap asb?bun nuz?l Surat Al-Baqarah ayat 274 memperkaya perspektif umat Islam dalam memaknai infak sebagai ibadah yang holistik, berorientasi pada keikhlasan, serta berdampak luas bagi kehidupan individu dan masyarakat.
Referensi
Ab? al-Hasan al-W?hid?, Asb?bun Nuz?l al-Qur’?n, (Beirut: D?r al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1991 hlm. 58.
Ab? Bakr J?bir al-Jaz?’ir?, Aysar al-Taf?s?r li Kal?m al-‘Aliyy al-Kab?r (Al-Mad?nah al-Munawwarah: Maktabah al-‘Ul?m wa al-?ikam, t.t.), jil. 1, hlm. 260.
Abuddin Nata, Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an, Jakarta: Kencana, 2010, hlm. 156.
Ahmad Mustafa al-Maraghi, Tafsir al-Maraghi, terj. Indonesia, jilid 2 (Semarang: Toha Putra, 1993), hlm. 195.
Al-Ghazali, I?y?’ ‘Ul?m al-D?n, Beirut: D?r al-Ma‘rifah, t.t., jilid III, hlm. 301
Al-Jaz?’ir?, Ab? Bakr J?bir ibn M?s? ibn ‘Abd al-Q?dir. Aysar al-Taf?s?r li Kal?m al-‘Aliyy al-Kab?r. Al-Mad?nah al-Munawwarah: Maktabah al-‘Ul?m wa al-?ikam, t.t., jil. 2, hlm. 145-260.
Al-Qur?ub?, Mu?ammad ibn A?mad, Al-J?mi‘ li A?k?m al-Qur’?n (Beirut: D?r al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003), jil. 3, hlm. 338–339.
Al-R?z?, Fakhr al-D?n, Maf?t?? al-Ghayb (Beirut: D?r I?y?’ al-Tur?th al-‘Arab?, 2000), jil. 7, hlm. 92
Al-W??id?, Ab? al-?asan ‘Al? ibn A?mad, Asb?b al-Nuz?l (Beirut: D?r al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1991), hlm. 58.
Didin Hafidhuddin, Zakat dalam Perekonomian Modern, Jakarta: Gema Insani, 2002, hlm. 98.
Ibn Kath?r, Ism?‘?l ibn ‘Umar, Tafs?r al-Qur’?n al-‘A??m (Riyadh: D?r ?ayyibah, 1999), jil. 1, hlm. 734–735.
Ism?‘?l Ibn Kath?r, Tafs?r al-Qur’?n al-‘Azh?m, (Beirut: D?r al-Fikr, 1998), jilid I, hlm. 344
Jalaluddin al-Suyuthi, Asb?bun Nuz?l Ayat-Ayat al-Qur’an, terj. Indonesia (Bandung: Pustaka Setia, 2014), hlm. 67.
M. Quraish Shihab, Tafs?r al-Misb?h, (Jakarta: Lentera Hati, 2002), jilid I, hlm. 580-734.
M. Yasin, Fiqih : Buku Siswa, (Bandung: Direktorat Pendidikan Madrasah, 2014), hlm.30.
Manna’ al-Qaththan, Mab?hits f? ‘Ul?m al-Qur’?n, (Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2005), hlm. 214
Muslim bin al-Hajjaj, ?a??? Muslim, Beirut: D?r Ihy?’ al-Tur?th al-‘Arab?, t.t., jilid II, hlm. 701.
Subki Risysa, Zakat Pengentasan kemiskinan, (Jakarta: PP. Laziz NU, 2009), hlm.35.
Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Isl?m? wa Adillatuh, (Damaskus: D?r al-Fikr, 1985), jilid II, hlm. 765.
Wahbah az-Zuhaili, Tafs?r al-Mun?r, (Jakarta: Gema Insani, 2013), jilid II, hlm. 89.
Wahbah az-Zu?ail?, Tafs?r al-Mun?r f? al-‘Aq?dah wa asy-Syar?‘ah wa al-Manhaj, Juz 3 (Damaskus: D?r al-Fikr, 1418 H), hlm. 87–88.
Y?suf al-Qara??w?, Fiqh al-Zak?h (Beirut: Mu’assasah al-Ris?lah, 1994), jil. 2, hlm. 37-879.



