BEAT-SCREEN (Blood, Body-mass, & Tension Screening) dalam Upaya Mitigasi Risiko Kardiovaskuler pada Remaja di SMAN 8 Tasikmalaya

Authors

  • Aneng Yuningsih Universitas Bakti Tunas Husada
  • Etty Komariah Sambas Universitas Bakti Tunas Husada
  • Enok Nurliawati Universitas Bakti Tunas Husada
  • Wawan Rismawan Universitas Bakti Tunas Husada
  • Syaefunnuril Anwar Universitas Bakti Tunas Husada
  • Idhfi Marpatmawati Universitas Bakti Tunas Husada
  • Yeli Yulianti Universitas Bakti Tunas Husada
  • Betty Suprapti Universitas Bakti Tunas Husada
  • Wayunah Wayunah Universitas Bakti Tunas Husada

DOI:

https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.2669

Keywords:

remaja, skrining kesehatan, tekanan darah, indeks massa tubuh, Anemia, pengabdian masyarakat

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap munculnya faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) akibat perubahan gaya hidup, seperti pola makan tidak seimbang dan rendahnya aktivitas fisik. Upaya deteksi dini melalui skrining kesehatan berbasis sekolah menjadi penting untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan kardiovaskuler dan status gizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memetakan profil kesehatan remaja melalui program BEAT-SCREEN (Blood, Body-mass, & Tension Screening) di SMAN 8 Tasikmalaya. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Januari 2026 dengan melibatkan 120 siswa dalam edukasi kesehatan, serta pemeriksaan kesehatan komprehensif pada 37 siswa yang meliputi pengukuran tekanan darah, indeks massa tubuh, dan kadar hemoglobin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tekanan darah normal (48,65%) dan status gizi normal (62,16%), namun masih ditemukan siswa dengan prehipertensi dan hipertensi sebesar 40,54%, serta status gizi berlebih (overweight dan obesitas) sebesar 27,03%. Selain itu, sebanyak 24,32% siswa teridentifikasi mengalami anemia. Temuan ini menunjukkan adanya potensi masalah kesehatan remaja yang memerlukan perhatian dan intervensi dini. Kegiatan BEAT-SCREEN terbukti efektif sebagai pendekatan promotif dan preventif melalui integrasi skrining, edukasi, dan konseling kesehatan. Diperlukan keberlanjutan program dan kolaborasi dengan pihak sekolah untuk memperkuat upaya pencegahan PTM dan peningkatan derajat kesehatan remaja.

References

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. (2024). Laporan kinerja instansi pemerintah Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya tahun 2023. Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil utama Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Petunjuk teknis pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2021. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. (2020). Panduan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bakti Tunas Husada. (2026). Laporan kegiatan pengabdian masyarakat: Program BEAT-SCREEN (Blood, Body-mass, & Tension Screening) di SMAN 8 Tasikmalaya. Universitas Bakti Tunas Husada.

World Health Organization. (2022). Global anaemia estimates, 2021 edition. WHO.

World Health Organization. (2023). Noncommunicable diseases: Fact sheet. WHO.

Journal of Health Sciences & Research. (2021). Cardiovascular risk screening in schoolchildren. Journal of Health Sciences & Research, 6(2), 45–52.

Downloads

Published

2026-01-31

Issue

Section

Table of Content | Articles