Krisis Otoritas dalam Manajemen Sekolah Modern Dampak Desentralisasi Terhadap Kualitas Pendidikan

Penulis

  • Febrilian Lestario Universitas Pembangunan Panca Budi

DOI:

https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.2714

Kata Kunci:

Krisis Otoritas, Desentralisasi Pendidikan, Kepemimpinan Pendidikan, Kualitas Pendidikan

Abstrak

Desentralisasi pendidikan telah menjadi paradigma dominan dalam reformasi sistem pendidikan global selama beberapa dekade terakhir. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan sekolah melalui distribusi kewenangan kepada pemerintah daerah dan institusi pendidikan. Namun, di tengah upaya tersebut, muncul fenomena yang semakin mendapat perhatian akademik, yaitu krisis otoritas dalam manajemen sekolah modern. Artikel ini bertujuan menganalisis secara konseptual hubungan antara desentralisasi dan melemahnya struktur otoritas sekolah serta implikasinya terhadap kualitas pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui systematic literature review terhadap berbagai sumber akademik, termasuk jurnal internasional, buku teori manajemen pendidikan, dan laporan lembaga global. Hasil kajian menunjukkan bahwa desentralisasi dapat memperkuat partisipasi lokal dan mendorong inovasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan ambiguitas kepemimpinan, fragmentasi kebijakan, dan ketimpangan mutu pendidikan antarwilayah. Oleh karena itu, diperlukan model tata kelola hibrida yang menyeimbangkan otonomi dengan akuntabilitas serta kepemimpinan adaptif yang mampu mengelola kompleksitas organisasi pendidikan modern. Artikel ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperluas diskursus tentang otoritas organisasi pendidikan sekaligus menawarkan rekomendasi strategis bagi pengambil kebijakan.

Referensi

Bauman, Z. (2000). Liquid modernity. Polity Press.

Bush, T. (2011). Theories of educational leadership and management (4th ed.). Sage Publications.

Faguet, J.-P. (2014). Decentralization and governance. World Development, 53, 2–13.

Fullan, M. (2014). The principal: Three keys to maximizing impact. Jossey-Bass.

Hallinger, P. (2005). Instructional leadership and the school principal: A passing fancy that refuses to fade away. Educational Administration Quarterly, 41(2), 221–248.

Hanushek, E. A., Link, S., & Woessmann, L. (2013). Does school autonomy make sense everywhere? Panel estimates from PISA. Journal of Development Economics, 104, 212–232.

Hargreaves, A., & Shirley, D. (2009). The fourth way: The inspiring future for educational change. Corwin Press.

Heifetz, R. A. (1994). Leadership without easy answers. Harvard University Press.

Leithwood, K., & Jantzi, D. (2006). Transformational school leadership for large-scale reform: Effects on students, teachers, and their classroom practices. School Effectiveness and School Improvement, 17(2), 201–227.

OECD. (2019). Education at a glance 2019: OECD indicators. OECD Publishing.

Rondinelli, D. A. (1983). Decentralization in developing countries: A review of recent experience. World Bank.

Spillane, J. P. (2006). Distributed leadership. Jossey-Bass.

Weber, M. (1978). Economy and society: An outline of interpretive sociology. University of California Press.

World Bank. (2020). Education governance and accountability. World Bank Publications.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-11-30

Terbitan

Bagian

Table of Content | Articles