Konflik dan Perpecahan Masyarakat di Desa Adat Bugbug, Karangasem dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA
DOI:
https://doi.org/10.56832/edu.v5i1.942Kata Kunci:
Desa Adat Bugbug, Konflik Sosial, Perubahan KepemimpinanAbstrak
Penelitian ini membahas mengenai Konflik dan Perpecahan Masyarakat di Desa Adat Bugbug, Karangasem dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab konflik sosial yang terjadi akibat pergantian kepemimpinan di Desa Adat Bugbug, mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik sosial yang muncul, serta mengeksplorasi potensi konflik tersebut sebagai bahan ajar dalam pembelajaran sosiologi di tingkat SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakuka dengan observasi langsung, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kebijakan pemimpin desa yang baru menimbulkan ketidakpuasan masyarakat sehingga memicu adanya konflik sosial. Bentuk konflik yang terjadi meliputi pertentangan antara masyarakat dengan pemerintahan desa, serta konflik internal antar warga desa. Konflik ini memiliki relevansi dengan teori konflik sosial Lewis A. Coser dan teori kepemimpinan Kurt Lewin, yang menunjukkan bagaimana perubahan dalam kepemimpinan dapat mempengaruhi dinamika sosial masyarakat. Terdapat aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sosiologi di SMA berbentuk bahan ajar dengan materi konflik sosial kelas XI.
Referensi
Agustana, P., & Suprapta, N. (2024). Kebijakan Desa Adat Dalam Pengelolaan Pariwisata di Desa Wisata Pemuteran Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. Locus, 16(1), 89-102
Chotim, E. R. (2017). Analisis konflik antara masyarakat, pemerintah dan swasta. JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 7(2), 24-42.
Demartoto, A. (2010). Strukturalisme konflik: pemahaman akan konflik pada masyarakat industri menurut lewis coser dan ralf dahrendorf. dalam Jurnal Dilema Sosiologi Issn, 0215-9635.
Huda, M. (2013). Model-model pengajaran dan pembelajaran: Isu-isu metodis dan paradigmatis. Pustaka pelajar.
Mahamid, M. N. L., Ardhana, D. A., Rochmad, I. N., Hasan, Q. T., & Hidayatulloh, H. (2024). Writing Village History: A Learning Model for Undergraduate Thesis Project. Cendekiawan: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 3(3), 507-517. https://doi.org/10.61253/cendekiawan.v3i3.258.
Nursantari, A. R. (2018). Konflik sosial dalam novel O karya Eka Kurniawan (Kajian konflik sosial Lewis A. Coser). Skripsi Universitas Negeri Surabaya.
Putra, A. A. (2023). Konflik Dan Penyelesaian Sengketa Tanah Pelaba Di Desa Adat Kerobokan Kabupaten Badung Perspektif Hukum Adat Bali. IJOLARES: Indonesian Journal of Law Research, 1(1), 16-22. https://journal.tirtapustaka.com/index.php/ijolares/article/view/4.
Sidiq, U., dan Choiri, M. M. 2019. Metode Penelitian Kualitatif Di Bidang Pendidikan. Ponorogo: CV. Nata Karya.
Sijabat, R. E. (2023). Penyimpangan Remaja Dalam Web Series Little Mom dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA. Skripsi. Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha: Singaraja.
Yoga, I. D. (2022). Peran Struktur Sosial Dalam Mempertahankan Kearifan Lokal Tradisi Seetan Pada Masyarakat Desa Adat Susut Kelod dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA. Skripsi. Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha: Singaraja.



